Perkembangan wilayah perkotaan seperti Kota Cilegon berdampak langsung pada sistem drainase, terutama akibat perubahan tata guna lahan yang menyebabkan peningkatan limpasan permukaan. Salah satu wilayah yang ter dampak adalah simpang KH. Wasyid Lingkar Selatan, yang sering mengalami banjir saat hujan deras. Masalah ini umumnya disebabkan oleh kapasitas saluran drainase yang tidak sebanding dengan debit limpasan yang dihasilkan. Kajian ini dilakukan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja sistem drainase eksisting dan memberikan rekomendasi perancangan ulang saluran menggunakan perangkat lunak Storm Water Management Model (SWMM). Data curah hujan maksimum harian selama sepuluh tahun dianalisis menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III untuk menentukan curah hujan rancangan. Nilai-nilai ini kemudian digunakan untuk membuat kurva Intensitas–Durasi–Frekuensi (IDF), dan perhitungan debit dilakukan menggunakan metode rasional. Hasil analisis digunakan sebagai masukan dalam pemodalan SWMM untuk mensimulasikan kondisi saluran eksisting dan skenario perbaikan. Berdasarkan hasil simulasi, debit puncak tertinggi terjadi pada periode ulang 25 tahun, yaitu sebesar 2.122 m³/detik, sementara kapasitas saluran yang ada tidak memadai untuk menampung debit tersebut. Hal ini mengakibatkan luapan di beberapa titik simpul saluran. Setelah dimensi saluran dalam model diperbaiki, kinerja sistem meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, SWMM terbukti efektif dalam mengevaluasi dan mendesain ulang sistem drainase secara teknis, spasial, dan kuantitatif.