Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh audit tenure, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit delay, baik secara simultan maupun parsial, pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang mengalami keterlambatan penyampaian laporan keuangan auditan, serta adanya research gap pada hasil-hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh audit tenure, profitabilitas, dan solvabilitas terhadap audit delay. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan laporan auditor independen. Sampel penelitian terdiri atas 29 perusahaan dengan 145 observasi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif, uji asumsi klasik (normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas), analisis regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan program SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan audit tenure, profitabilitas, dan solvabilitas berpengaruh signifikan terhadap audit delay (F hitung = 3,832; Sig. = 0,011 < 0,05). Secara parsial, audit tenure berpengaruh negatif dan signifikan terhadap audit delay (t = -2,429; Sig. = 0,017 < 0,05), sedangkan profitabilitas (t = -1,703; Sig. = 0,091) dan solvabilitas (t = 0,798; Sig. = 0,427) tidak berpengaruh signifikan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,062 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen mampu menjelaskan 6,2% variasi audit delay, sedangkan 93,8% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian.