Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Mengenal Inner Child, Menangani Luka Batin Untuk Hidup Produktif Oktariani Oktariani; Lodiana Ayu; Fenty Zahara Nasution
Gotong Royong : Jurnal Pengabdian, Pemberdayaan Dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Gotong Royong (JP3KM) Juni 2024
Publisher : Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/jp3km.v3i2.47

Abstract

Inner child merupakan hasil pengalaman masa kanak-kanak, baik positif maupun negatif, yang membentuk kepribadian seseorang saat ini. Namun, pengalaman inner child yang negatif seringkali menimbulkan inner child yang terluka atau dinamakan dengan luka batin dan tanpa disadari pada akhirnya akan meninggalkan kesan yang kuat pada diri seseorang. Hal ini juga dapat menyebabkan rasa sakit yang tersembunyi dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku dan perilaku seseorang saat dewasa Penelitian yang di lakukan Anggadewi (2020) menemukan bahwa trauma yang terjadi pada masa kanak-kanak berdampak pada masa remaja. Dampak paling umum yang dirasakan individu dari luka batin ini antara lain kecemasan, kehilangan kendali, kerentanan terhadap emosi negatif, masalah dalam hubungan keluarga, dan gangguan tidur. Beberapa dampak yang sering terjadi, seperti tindakan melukai diri sendiri, kecenderungan bunuh diri, dan agresi. Pelaksanaan kegiatan ini adalah dalam bentuk psikoedukasi yang dalam bentuk mini seminar. Peserta kegiatan ini berjumlah 120 mahasiswa dari Universitas Potensi Utama. Diharapkan setelah pemberian psikoedukasi maka mahasiswa dapat berdamai.
Exploring Psychological Resilience Factors in Coping with Uncertainty and Rapid Social Changes in Contemporary Society Lodiana Ayu; Andreas Agung Kristanto; Abdul Aziz; Makmur Solahudin; Sefi Ernawati
Journal of Mandalika Social Science Vol 4 No 2 (2026): Journal of Mandalika Social Science
Publisher : Mandalika Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59613/jomss.v4i2.465

Abstract

Psychological resilience has become an essential construct in understanding how individuals adapt to increasing levels of uncertainty and rapid social transformation in contemporary society. However, existing literature remains fragmented in explaining how cognitive, emotional, and social mechanisms interact under conditions of chronic uncertainty. This study presents an exploratory systematic thematic literature review of Scopus-indexed open-access studies focusing on psychological resilience, cognitive flexibility, ambiguity tolerance, emotional regulation, and social support. The analysis identifies three core resilience factors: cognitive mechanisms (cognitive flexibility, ambiguity tolerance, and meaning-making), emotional mechanisms (emotion regulation, optimism, and self-efficacy), and social-contextual mechanisms (social support, community belonging, and access to resources). Findings indicate that resilience is not a static trait but a dynamic and interactive system shaped by continuous adaptation processes. The study contributes to resilience theory by extending classical models toward a process-oriented and context-dependent framework suitable for contemporary social uncertainty.
Digital Parenting dan Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Oktariani Oktariani; Lodiana Ayu; Fenty Zahara Nasution
Edukasia Jurnal Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Battuta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi bisa berdampak baik maupun buruk. Di satu sisi, teknologi bisa membantu anak-anak belajar lebih baik, tapi di sisi lain, penggunaannya bisa menyebabkan masalah pada kesehatan emosional dan sosial anak. Dalam situasi ini, peran orang tua sangat penting agar teknologi digunakan dengan cara yang tepat dan bijak. Metode penelitan yang digunakan adalah tinjauan literatur review, penelitian ini mempelajari berbagai sumber yang membahas peran teknologi digital dan digital parenting dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak. Artikel yang dipilih dan dianalisis, dengan rentang waktu dari tahun 2022 hingga 2025, yang berasal dari jurnal-jurnal yang telah terakreditasi SINTA. Penelitian ini menemukan bahwa penggunaa teknologi memberikan manfaat dalam membantu pertumbuhan anak di berbagai aspek, misalnya membantu anak memahami perilaku baik dan buruk, melatih kemampuan kognitif anak usia dini, dan juga memiliki dampak positif pada perkembangan motorik.  Pendampingan dan keterlibatan orang dewasa sangat penting dalam penggunaan media, agar anak tetap terawasi dan diberi panduan saat menggunakan media digital.
Emotion Regulation as the Key to Coping with Work Stress in Working Students Sri Hartini; Cornelissen F; Cheerly Xiesoria; Angeli Kitaroe; Megawati Ginting; Rina Mirza; Lodiana Ayu
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19250

Abstract

Working students faced academic and work-related pressures that could trigger job stress, affecting psychological well-being and performance. Emotion regulation played a crucial role in helping individuals adaptively cope with pressure. This study analyzed the relationship between emotion regulation and job stress among 94 working students using a quantitative method with a correlational analysis technique. Data were collected through a questionnaire using the Job Stress Scale based on Robbins et al. (2019) and the Emotion Regulation Scale from Gross (2015). The results showed a significant negative relationship between emotion regulation and job stress, where students with good emotion regulation experienced lower job stress levels. The psychological aspect of job stress had the strongest correlation with emotion regulation compared to physiological and behavioral aspects. Individuals who used adaptive emotion regulation strategies were better at managing pressure than those who used maladaptive strategies. These findings supported Gross’s theory and previous research on job stress and psychological well-being. The study’s implications emphasized the importance of emotion regulation-based interventions in academic and work environments to help students manage stress effectively and maintain a balance between academic and job demands. Mahasiswa yang bekerja menghadapi tekanan akademik dan pekerjaan yang dapat memicu stres kerja, berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kinerja. Regulasi emosi berperan penting dalam membantu individu mengatasi tekanan secara adaptif. Penelitian ini menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan stres kerja pada 94 mahasiswa yang bekerja, menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Stres Kerja berdasarkan teori Robbins et al. (2019) dan skala Regulasi Emosi dari Gross (2015). Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif signifikan antara regulasi emosi dan stres kerja, di mana mahasiswa dengan regulasi emosi yang baik mengalami tingkat stres kerja lebih rendah. Aspek psikologis stres kerja memiliki korelasi paling kuat dengan regulasi emosi dibandingkan aspek fisiologis dan perilaku. Individu yang menggunakan strategi regulasi emosi adaptif lebih mampu mengelola tekanan dibandingkan yang menggunakan strategi maladaptif. Temuan ini mendukung teori Gross serta penelitian sebelumnya mengenai stres kerja dan kesejahteraan psikologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis regulasi emosi dalam lingkungan akademik dan pekerjaan untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara efektif, serta menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan.