Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Pembelajaran Tematik di Sekolah Dasar Rizki Ananda; Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi; Imam Hanafi
Jurnal Basicedu Vol 5, No 3 (2021): June Pages 1111-1682
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v5i3.1190

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta mendapatkan informasi mengenai dampak dari pandemi Covid-19 terhadap proses pembelajaran tematik di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Setting penelitian dilaksanakan di SDN Kecamatan Bangkinang Kota. Adapun yang menjadi subjek penelitian diantaranya guru, siswa, dan orang tua siswa dengan cara mengamati serta melakukan wawancara terhadap pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi COVID-19. Tahapan dari penelitian ini mengikuti prosedur penelitian kualitatif seperti pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran tematik tidak dapat dilakukan secara ideal seperti saat situasi normal/ sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Pembelajaran lebih banyak dilaksanakan secara terpisah (separated) dan bukan terintegrasi antar mata pelajaran seperti seharusnya pembelajaran tematik integratif dilaksanakan. Sementara itu dari 4 kompetensi siswa yang seharusnya menjadi capaian pembelajaran pada pembelajaran tematik kompetensi yang dapat dilaksanakan dan tercapai maksimal adalah kompetensi pengetahuan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi penyelanggara pendidikan dan seluruh stakeholders pendidikan agar proses pendidikan tetap bisa berlangsung dalam kondisi apapun
ANALISIS KESIAPAN GURU KELAS DALAM MENGIMPLEMENTASIKAN PEMBELAJARAN TEMATIK DI SDN 006 BANGKINANG Imam Hanafi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 2 No. 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Desember 2019
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v2i2.630

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik di kelas satu SDN 006 Bangkinang Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru kelas satu, siswa kelas satu, dan kepala sekolah. Objek penelitian ini berupa bentuk untuk kesiapan guru kelas dalam mengimplementasikan pembelajaran tematik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru kelas satu sudah membuat perencanaan pembelajaran berupa RPP. Pelaksanaan pembelajaran guru kelas satu sudah menggunakan pendekatan saintifik walau tidak urut 5M serta sudah mengacu rambu-rambu dan prinsip pembelajaran tematik. Guru kelas satu menggunakan penilaian autentik yang menilai aspek sikap dengan observasi, aspek pengetahuan dengan tes tertulis serta penugasan, dan aspek keterampilan dengan unjuk kerja.
GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH DASAR DITINJAU RASIONAL DAN INTUITIF Imam Hanafi
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 1 No. 1 (2018): Volume 1 Nomor 1 Desember 2018
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v1i1.636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya pengambilan keputusan yaitu rasional dan intuitif kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini adalah 104 persepsi guru dalam melihat pengambilan keputusan kepala sekolah. Hasil penelitian ini menunjukkan gaya pengambilan keputusan rasional memperoleh persepsi 76,92%. Gaya pengambilan keputusan intuitif memperoleh persepsi 21,15%. Temuan ini menunjukkan ada perbedaan sangat signifikan gaya pengambilan keputusan rasional dengan gaya pengambilan keputusan intuisi dengan p = 0,00 (p
Pengaruh Transformational Leadership dan Servant Leadership terhadap Budaya Organisasi Fenny Ayu Monia; Imam Hanafi
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 2 (2022): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i2.8071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh servant leadership dan transformasional leadershio terhadap budaya organisasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner terhadap guru dan tenaga pendidik di SMP Negeri Kota Padang. Penelitian ini menunjukkan hasil yang positif dan siginifikan secara parsial dari pengaruh variabel servant leadership dan transformasional leadersip terhadap budaya organsiasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa semua hipotesis terdukung.
GAYA PENGAMBILAN KEPUTUSAN KEPALA SEKOLAH: TINJAUAN PERBEDAAN GENDER DAN USIA Reni Septrisia; Fenny Ayu Monia; Imam Hanafi
Jurnal Public Administration, Business and Rural Develoment Planning Vol 2 No 1 (2020): Jurnal Public Administration, Buisness and Rural Development Planning
Publisher : Jurnal Public Administration, Business and Rural Development Planning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan gaya pengambilan keputusan kepala sekolah pria dan wanita, kepala sekolah berusia ≤ 45 tahun dan > 45 tahun. Subjek penelitian ini adalah semua kepala sekolah dasar negeri (SDN) sekecamatan Bangkinang Kota yang terdiri dari 19 sekolah dan kepala sekolah. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh guru Sekolah Dasar Negeri se-kecamatan Bangkinang Kota kabupaten Kampar yang berjumlah 322 guru. Untuk memperoleh sampel dengan menggunakan stratified proporsional random sampling dengan strata guru PNS/Non PNS dan pria/wanita dan menghasilkan sampel berjumlah 104 guru yang dijadikan responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) ada perbedaan yang signifikan dalam gaya pengambilan keputusan kepala sekolah pria dan wanita, (2) kelompok subyek dengan kepala sekolah wanita cenderung melakukan gaya pengambilan keputusan intuitif (3) kelompok subyek dengan kepala sekolah pria cenderung melakukan gaya pengambilan keputusan rasional, (4) ada perbedaan yang signifikan dalam gaya pengambilan keputusan kepala sekolah usia ≤ 45 tahun dan > 45 tahun, (5) kelompok subyek dengan kepala sekolah usia ≤ 45 tahun cenderung melakukan gaya pegambilan keputusan dengan melibatkan bawahan, (6) kelompok subyek dengan kepala sekolah usia > 45 tahun cenderung melakukan gaya pengambilan keputusan tanpa melibatkan bawahan.
Analisis Kompetensi Pedagogik Guru Sekolah Dasar Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka: Studi Literatur M Dedi Fian Naldi; Hayatul Fikri; Imam Hanafi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1926

Abstract

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan utama yang harus dimiliki guru untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif dan bermakna. Artikel ini bertujuan menganalisis kompetensi pedagogik guru sekolah dasar dalam implementasi Kurikulum Merdeka melalui studi literatur terhadap artikel jurnal nasional terakreditasi periode 2020–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru SD masih perlu ditingkatkan, terutama dalam memahami karakteristik peserta didik, menyusun pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka, dan melaksanakan asesmen autentik. Faktor yang memengaruhi kompetensi tersebut meliputi kualitas pelatihan profesional, ketersediaan sumber belajar, dan dukungan sekolah. Selain itu, pembelajaran yang efektif menuntut pendekatan yang fleksibel dan adaptif sesuai kebutuhan peserta didik. Dengan demikian, penguatan kompetensi pedagogik melalui pelatihan berkelanjutan dan pendampingan profesional menjadi kunci keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar.
Analisis Peran Kompetensi Pedagogik Guru dalam Implementasi Pembelajaran Berbasis Kurikulum Merdeka Lilis Riyanti; Hamida Nurmala Dewi; Imam Hanafi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1952

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran kompetensi pedagogik guru dalam implementasi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Kompetensi pedagogik menjadi kemampuan penting yang mendukung guru dalam memahami karakteristik peserta didik, merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 guru sekolah dasar yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif dan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Guru yang memiliki kompetensi pedagogik yang baik mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, pembelajaran berdiferensiasi, serta mengembangkan Profil Pelajar Pancasila. Selain itu, kompetensi pedagogik turut meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi pedagogik guru perlu terus dilakukan untuk mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka dan peningkatan mutu pendidikan di sekolah dasar.
Krisis Fokus pada Generasi Alpha: Menelaah Dampak Screen Time terhadap Perkembangan Kognitif Siswa Sekolah Dasar dan Upaya Penangulangannya Habibi Al Ihsan; Habib Alam Nur; Imam Hanafi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1960

Abstract

Generasi Alpha tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital yang pesat dan memiliki akses luas terhadap berbagai perangkat elektronik. Penggunaan perangkat digital yang berlebihan (screen time) dapat memengaruhi perkembangan kognitif siswa sekolah dasar, terutama pada aspek fokus dan konsentrasi belajar. Artikel ini bertujuan mengkaji dampak screen time terhadap perkembangan kognitif siswa sekolah dasar serta upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai jurnal, buku, dan penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa screen time yang berlebihan berpotensi menurunkan kemampuan fokus, konsentrasi, dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran. Namun, penggunaan teknologi yang terkontrol dan didampingi secara tepat dapat memberikan manfaat bagi perkembangan kognitif anak. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mengelola penggunaan perangkat digital agar perkembangan kognitif siswa dapat berlangsung secara optimal.
Strategi Pedagogik Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Rizqy Rianto; Muhammad Zikri Rabbani; Imam Hanafi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1965

Abstract

Motivasi belajar merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Guru memiliki peran strategis dalam meningkatkan motivasi belajar melalui penerapan strategi pedagogik yang tepat. Artikel ini bertujuan mengkaji berbagai strategi pedagogik yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran berpusat pada peserta didik, pemberian penguatan positif, penggunaan media pembelajaran yang inovatif, pembelajaran kolaboratif, serta penciptaan suasana belajar yang menyenangkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Selain itu, kemampuan guru dalam memahami karakteristik peserta didik dan membangun hubungan yang positif juga berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar. Dengan demikian, strategi pedagogik yang efektif dapat mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas dan optimal.
Pengaruh Media Sosial Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Peserta Didik Fitri Rhamadani; Putri Tuljannah; Imam Hanafi
Edusiana: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 4 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/edusiana.v4i1.1986

Abstract

Perkembangan teknologi digital di era globalisasi membawa perubahan transformatif pada lanskap pendidikan, khususnya perilaku dan kondisi psikologis anak didik. Media sosial kini menjadi ruang interaksi primer yang mendominasi keseharian generasi muda dari tingkat dasar hingga menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media sosial terhadap perkembangan sosial-emosional peserta didik berdasarkan kompilasi data empiris dari berbagai literatur jurnal ilmiah. Menggunakan metode studi pustaka (literature review), artikel ini menelaah dinamika interaksi virtual, dampak psikologis durasi penggunaan gawai, degradasi moral, hingga urgensi filterisasi konten. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki implikasi ganda. Pada satu sisi, penggunaan media digital yang interaktif seperti video animasi dapat menstimulasi kemampuan sosial-emosional. Namun di sisi lain, durasi berlebih, paparan konten dewasa, dan kecanduan aplikasi video pendek memicu kerentanan emosional, kecemasan, serta pergeseran moral anak. Diperlukan sinergi antara guru, layanan bimbingan konseling, dan orang tua untuk memfilter arus informasi siber demi menjaga kestabilan psikologis peserta didik.