Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Rasuna Said: Perintis Pemikiran Pendidikan Islam dan Emansipasi Perempuan Diah Ayu Anggraini; Alwizar; Djeprin E.Hulawa
CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): April-Juni, Sosial Studies
Publisher : Universitas Serambi Mekkah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/x6brcv02

Abstract

Artikel ini membahas kontribusi dan perkembangan pemikiran Hajjah Rangkayo Rasuna Said dalam bidang pendidikan Islam, khususnya dalam konteks perjuangan emansipasi perempuan dan pembentukan masyarakat yang adil dan berilmu. Rasuna Said merupakan tokoh perempuan Muslim Indonesia yang tidak hanya dikenal sebagai pejuang kemerdekaan, tetapi juga sebagai pendidik, jurnalis, dan orator yang progresif dalam memaknai Islam sebagai agama pembebasan. Melalui lembaga pendidikan yang ia dirikan, tulisan-tulisannya yang kritis, serta kiprahnya dalam politik dan jurnalistik, Rasuna mempromosikan pendidikan sebagai sarana untuk mencerdaskan umat dan menghapus ketimpangan gender. Artikel ini mengkaji secara historis dan tematik pemikiran Rasuna Said, dengan menyoroti latar belakang pendidikan awalnya, perjuangan dalam ranah sosial-politik, gagasannya tentang kesetaraan gender dalam pendidikan Islam, serta warisan intelektualnya bagi perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Kajian ini menyimpulkan bahwa pemikiran Rasuna Said tetap relevan sebagai inspirasi dalam membangun sistem pendidikan Islam yang inklusif, adil, dan transformatif. Artikel ini juga menegaskan pentingnya merevitalisasi nilai-nilai perjuangan Rasuna dalam menghadapi tantangan pendidikan Islam kontemporer, terutama dalam konteks pengarusutamaan gender dan moderasi beragama.
Deconstruction J. Derrida and Hermeneutics Diah Ayu Anggraini; Amril
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 8 No. 1 Juni (2026): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v8i1.1302

Abstract

This article discusses the relationship between Jacques Derrida's deconstruction theory and hermeneutics in the context of modern epistemology. Both approaches seek to reject the traditional view of meaning as singular, fixed, and objective. Derrida, through his deconstruction, reveals that meaning is always relative, contextual, and constantly changing, while hermeneutics emphasizes the importance of the dialogical interpretation process between the text, the reader, and the socio-cultural context. The integration of deconstruction and hermeneutics produces a more open, critical, and reflective epistemological paradigm. This approach asserts that knowledge is not a definitive end result, but a dynamic process that can always be reinterpreted according to context and human experience. Thus, deconstruction and hermeneutics play an important role in expanding the horizon of scientific understanding and enriching cross-disciplinary interpretive methods. In addition, the application of Derrida's thought and hermeneutics has great relevance in Islamic studies and the humanities. Both encourage reinterpretation of religious and social texts in a more critical and contextual manner, thereby opening space for the emergence of a more inclusive, progressive, and adaptive scientific understanding in response to the times.