Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi guru dalam penerapan Kurikulum Merdeka pada pembelajaran matematika, khususnya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Kendala yang dihadapi termasuk kurangnya pemahaman terhadap kurikulum, keterbatasan sumber belajar, dan minimnya sarana dan prasarana. Selain itu, guru juga mengalami kesulitan dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan konsep Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah tersebut dan upaya yang dilakukan oleh guru matematika kelas X di SMKN 2 Bukittinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan instrumen utama berupa peneliti dan pedoman wawancara. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran, memilih metode pengajaran, dan menentukan asesmen yang sesuai dengan konsep Kurikulum Merdeka. Untuk mengatasi hal ini, guru mengikuti pertemuan KKG, berkolaborasi dengan rekan, serta mengikuti pelatihan dan mencari informasi terkait implementasi kurikulum.