Masa peralihan memiliki potensi untuk menyebabkan individu kesulitan dalam meregulasi emosi, khususnya emosi negatif yang tidak terkendali dalam durasi dan intensitasnya. Individu yang tidak mampu meregulasi emosi dapat mengakibatkan pemilihan coping emosi yang salah seperti memaki, mengumpat, merokok, melampiaskan kemarahan kepada orang sekitar, melukai diri, hingga melakukan upaya bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan regulasi emosi pada mahasiswa di fase emerging adulthood. Subjek dalam penelitian berjumlah 401 orang dengan kriteria mahasiswa aktif dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun. Alat ukur yang digunakan yaitu skala kelekatan teman sebaya dan skala regulasi emosi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kelekatan teman sebaya dengan regulasi emosi pada mahasiswa di fase emerging adulthood. Implikasi dari penelitian ini adalah mahasiswa diharapkan memiliki kemampuan dalam meregulasi emosi dengan lebih memahami emosi dan mengembangkan strategi untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi yang dimiliki.