Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Bubur Temulawak Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Anak Usia 1-5 Tahun Heppy Rina Mardiana Mardiana; Ratih Kusuma Wardhani; Duhita Dyah Apsari; Sheilla Tania Marcellina; Endah Kamila Mas’udah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5743

Abstract

Sulit makan merupakan salah satu masalah anak yang sering dikeluhkan para Ibu, dan umumnya terjadi pada anak mulai usia 1-5 tahun (Mascola et.al., 2010 dikutip oleh Puspitasari, 2020). Pada usia ini, anak mengalami masa pertumbuhan yang cepat (growth spurt), baik fisik maupun otak, meskipun pertumbuhan anak tidak sepesat pada masa bayi akan tetapi aktivitas mulai meningkat, sehingga anak memerlukan kebutuhan gizi yang cukup banyak, agar asupan nutrisinya meningkat (Kusumawardhani, 2016). Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh pemberian bubur temulawak terhadap peningkatan nafsu makan pada anak usia 1-5 tahun di Desa Petungsewu, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen yaitu Pra Experimental Design. Bubur temulawak memiliki manfaat untuk membantu meningkatkan nafsu makan anak, namun perlu diberikan edukasi dan pemahaman kepada Ibu, bahwa selain mengkonsumsi bubur temulawak, penting untuk menciptakan suasana yang menyenangkan ketika anak makan.
Hubungan Perilaku Makan Orang Tua Terhadap Perilaku Food Neophobia Anak Usia 2-5 Tahun Siti Zahrullah Azizah; Duhita Dyah Apsari
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2.816

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku makan orang tua terhadap perilaku food neophobia pada anak usia 2–5 tahun di Posyandu Anggrek Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Perilaku makan pada anak usia dini merupakan salah satu aspek penting dalam menentukan status gizi dan kesehatan jangka panjang. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 49 anak dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrumen yang digunakan adalah Adult Eating Behaviour Questionnaire (AEBQ). Hasil penelitian menunjukkan uji statistik Pearson Chi-Square dengan nilai p value = 0,000. Karena nilai p < 0,05, maka Hipotesis Nol (H0) ditolak dan Hipotesis Kerja (Ha) diterima, sehingga terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara perilaku makan orang tua dengan perilaku food neophobia pada anak usia 2–5 tahun. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perilaku makan orang tua dengan perilaku food neophobia pada anak usia 2–5 tahun (p = 0,000).