p-Index From 2021 - 2026
0.702
P-Index
This Author published in this journals
All Journal J-CEKI
Lilik Andar Yuni
Universitas Islam Negeri Aji Muhammad Idris Samarinda

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Penyebab Perkawinan Usia Dini Perspektif Fungsionalisme Struktural di Kecamatan Tanjung Palas, Bulungan, Kalimantan Utara Sainuddin Sainuddin; Lilik Andar Yuni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.5978

Abstract

Perkawinan di bawah umur menimbulkan masalah kependudukan akibat lajunya pertumbuhan penduduk sehingga menambah munculnya permasalahan sosial, ekonomi dan masalah hukum yang terjadi di masyarakat. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa di Indonesia, khususnya di Kecamatan Tanjung Palas banyak ditemukan bahwa orang tua menikahkan anaknya yang masih dibawah umur. Terdapat berbagai alasan yang dijadikan landasan untuk menikahkan anaknya diusia berapa pun dan kapan pun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis sosiologi hukum terhadap perkawinan dibawah umur. Penelitian ini mengkaji lebih jauh tentang sosiologi perkawinan di bawah umur dalam tinjauan sosiologi hukum. Metode penelitian dalam artikel ini berjenis penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis-normatif berkonsep deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan studi kepustakaan. Teknik analisa data dengan metode deduktif. Hasil penelitian mengasumsikan bahwa perkawinan dibawah umur masih banyak terjadi salah satunya disebabkan karena menganggap pernikahan di bawah umur adalah strategi bertahan bagi golongan ekonomi ke bawah dan pilihan terakhir akibat penyaluran hasrat seksual diluar pernikahan yang sah. Hal ini sudah menjadi aturan yang tidak tertulis yang berkembang ditengan masyarakat. Diperlukan komitmen pemerintah untuk mempertegas praktik perkawinan dibawah umur.
Legalisasi Nikah Siri Melalui Isbat Nikah di Wilayah Perbatasan Muh. Yunus; Lilik Andar Yuni
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6028

Abstract

Penelitian ini dapat dikemukakan bahwa “pernikahan yang tidak dicatat” sebagai perkawinan yang sah berdasarkan hukum Islam adalah sah pula menurut pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomr 1 Tahun 1974. Akan tetapi perkawinan yang sah menurut agama dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum karena belum dicatatkan di KUA. Sehingga pernikahan yang belum dicatatkan di KUA perlu dilegalisasi (legalkan) ke Pengadilan Agama yang disebut dengan istilah isbat nikah. Adapun jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa penelitian kualitatif deskriptif. Data mengunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Kesimpulan dan hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaku nikah siri yang mengajukan permohonan isbat nikah adalah pernikahan siri yang terjadi dengan alasan: (1) Pernikahan diluar negeri. Majelis Hakim pada Pengadilan Agama Nunukan melegalkan pernikahan siri melalui isbat nikah, (2) Nasib masa depan anak dari hasil pernikahan siri. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi penyelundupan hukum dalam isbat nikah adalah mengumumkan permohonan isbat nikah, pengajuan isbat nikah mutlak dengan mengemukakan alasan serta kepentingan yang jelas diantaranya untuk mendapatkan buku nikah, untuk pembuatan Kartu Keluarga, Akta anak, dan untuk pemenuhan hak-hak dasar dan administrasi negara.