Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Faktor Pemasaran Digital yang Berpengaruh Terhadap Minat Kunjungan Ulang Pasien Klinik Diana Medika Bekasi Paramita Deniswara; Nining Handayani; Bayu Wahyudi
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi pemasaran digital yang paling efektif bagi Klinik Diana Medika Bekasi, sehingga dapat memberikan wawasan dan rekomendasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pemasaran mereka di dunia digital. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analisis kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, yang menggunakan data kuantitatif. Populasi penelitian adalah pasien yang berkunjung ke Klinik Diana Medika Bekasi pada saat penelitian berlangsung. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 115 responden, diambil menggunakan instrumen yang telah ditetapkan. Kuesioner digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data primer dari responden. Hasil uji antara seluruh aspek pemasaran digital, yang terdiri dari Perceived Relevance, Informativeness, Usefulness, Authenticity, Entertainment, Aesthetics, dan Variety, terhadap minat kunjungan ulang menggunakan uji Chi-Square dan Mann-Whitney U Test menunjukkan p-value <0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara seluruh aspek pemasaran digital dengan minat kunjungan ulang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa layanan digital memiliki dampak positif terhadap niat kunjungan ulang pasien. Penyedia layanan kesehatan yang mampu menyajikan informasi dan layanan yang relevan dan bervariasi lebih berhasil dalam memenuhi kebutuhan dan preferensi pasien, yang pada gilirannya meningkatkan loyalitas dan kepuasan mereka. Temuan ini memberikan dasar bagi Klinik Diana Medika Bekasi untuk mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih efektif dan efisien, dengan memanfaatkan beragam aspek pemasaran digital untuk meningkatkan keterlibatan dan kepuasan pasien.
Pengaruh Kualitas Sistem dan Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pengguna Rekam Medis Elektronik (RME) dimediasi oleh Kondisi Fasilitas (Studi Kuantitatif di Klinik Pratama Berkah Farma Cirebon) Habibah Habibah; Bayu Wahyudi; Yen Efawati
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 2 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.10199

Abstract

Transformasi digital di sektor kesehatan mendorong penerapan Rekam Medis Elektronik (RME) yang efektif dan sesuai dengan regulasi nasional. Keberhasilan implementasi RME dipengaruhi oleh kualitas sistem, kualitas layanan, serta kesiapan fasilitas sebagai faktor pendukung utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sistem dan kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna dengan kondisi fasilitas sebagai variabel mediasi, serta mengevaluasi tingkat kepatuhan implementasi RME terhadap Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 24 Tahun 2022 dan Nomor 34 Tahun 2022. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Sampel penelitian terdiri dari tenaga kesehatan dan staf administrasi di Klinik Pratama Berkah Farma Cirebon. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berisi 60 pernyataan skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa kualitas sistem dan kualitas layanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pengguna. Kondisi fasilitas terbukti memediasi pengaruh kualitas sistem dan kualitas layanan terhadap kepuasan pengguna. Analisis kesenjangan kepatuhan menunjukkan tingkat kepatuhan yang tinggi terhadap regulasi, khususnya pada aspek keamanan data dan pengelolaan sistem RME. Penelitian ini memperkuat model Kesuksesan Sistem Informasi DeLone dan McLean dengan menambahkan kondisi fasilitas sebagai variabel mediasi kontekstual dalam layanan kesehatan. Secara praktis, hasil penelitian merekomendasikan peningkatan infrastruktur, pelatihan pengguna, dan audit sistem secara berkala untuk mendukung keberlanjutan implementasi RME. Secara kebijakan, temuan ini mendukung integrasi sistem RME melalui program SATUSEHAT sebagai bagian dari digitalisasi layanan kesehatan nasional.