Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Kabupaten Pulau Morotai yang mendukung perekonomian daerah. Berdasarkan berbagai potensi dan keunggulan tersebut, maka Kabupaten Pulau Morotai telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pergerakan wisatawan dengan menggunakan model tarikan dan pola sebaran pergerakan. Penelitian ini di awali dengan pengambilan data primer dan sekunder yang berhubungan dengan kawasan penelitian. Model tarikan pergerakan di analisis menggunakan metode regresi linier berbasis zona dengan bantuan Softwere SPSS, sedangkan pembentukan pola sebaran pergerakan wisatawan dibentuk dengan menggunakan Softwere ArcGIS 10.4. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berbasis zona, maka diperoleh model tarikan pergerakan pada kawasan wisata yaitu dengan nilai . Hasil penelitian ini menujukan bahwa jarak tempat wisata dari pusat kota , dapat mempengaruhi tarikan pergerakan wisatawan. Hasil analisis pola sebaran pergerakan menunjukan bahwa pergerakan terbesar pada masing-masing objek wisata berasal dari zona internal (Pulau Morotai) yang didominasi oleh wilayah Kecamatan Morotai Selatan. Sedangkan untuk pergerakan yang berasal dari zona eksternal (Luar Pulau Morotai), lebih didominasi oleh pergerakan yang berasal dari Halmahera-Pantai Army Dock sebesar 16 wisatawan, Ternate-Waterfront City sebesar 18 wisatawan, Halmahera – Pulau Dodola sebesar 60 wisatawan, dan Pulau Jawa- Moro Ma Doto sebesar 4 wisatawan.