p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Teknik Silitek
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MODEL TARIKAN PERGERAKAN DAN POLA SEBARAN PERGERAKAN PADA KAWASAN PARIWISATA KABUPATEN PULAU MOROTAI Dyah Safitri Qammariyah Kharie; Hasrul Saleh; Akmal Hi Dahlan
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.148

Abstract

Sektor pariwisata merupakan salah satu sektor unggulan Kabupaten Pulau Morotai yang mendukung perekonomian daerah. Berdasarkan berbagai potensi dan keunggulan tersebut, maka Kabupaten Pulau Morotai telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pergerakan wisatawan dengan menggunakan model tarikan dan pola sebaran pergerakan. Penelitian ini di awali dengan pengambilan data primer dan sekunder yang berhubungan dengan kawasan penelitian. Model tarikan pergerakan di analisis menggunakan metode regresi linier berbasis zona dengan bantuan Softwere SPSS, sedangkan pembentukan pola sebaran pergerakan wisatawan dibentuk dengan menggunakan Softwere ArcGIS 10.4. Berdasarkan hasil analisis regresi linier berbasis zona, maka diperoleh model tarikan pergerakan pada kawasan wisata yaitu  dengan nilai . Hasil penelitian ini menujukan bahwa jarak tempat wisata dari pusat kota , dapat mempengaruhi tarikan pergerakan wisatawan. Hasil analisis pola sebaran pergerakan menunjukan bahwa pergerakan terbesar pada masing-masing objek wisata berasal dari zona internal (Pulau Morotai) yang didominasi oleh wilayah Kecamatan Morotai Selatan. Sedangkan untuk pergerakan yang berasal dari zona eksternal (Luar Pulau Morotai), lebih didominasi oleh pergerakan yang berasal dari Halmahera-Pantai Army Dock sebesar 16 wisatawan, Ternate-Waterfront City sebesar 18 wisatawan, Halmahera – Pulau Dodola sebesar 60 wisatawan, dan Pulau Jawa- Moro Ma Doto sebesar 4 wisatawan.
PERBAIKAN POSTUR TUBUH UNTUK MEMINIMALKAN DAMPAK RESIKO PENYAKIT AKIBAT KERJA PADA DEPARTEMEN EXIM DENGAN MENGGUNAKAN METODE REBA DAN RWL DI PT XYZ Wahyu Sidiq Saputra; Novita Wijayanti; Hasrul Saleh
Jurnal Teknik SILITEK Vol. 4 No. 02 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Pasifik Morotai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51135/jts.v4i02.174

Abstract

PT. XYZ memproduksi pakaian olahraga dan seluruh produk PT. XYZ diekspor. Terdapat masalah yang merupakan dampak dari posisi dan sikap kerja yang tidak nyaman, dan tidak adanya pegangan pada beban kerja yang di angkat sehingga mengakibatkan kecelakaan kerja. Metode REBA digunakan untuk mengetahui apakah posisi tubuh pekerja sudah sesuai dan dirasa nyaman bagi pekerja, metode RWL dan LI yang bertujuan untuk mencari nilai batas berat yang direkomendasikan dan mengetahui tingkat resiko tulang belakang melalui nilai index yang di hasilkan. Dari perhitungan dan analisis yang dilakukan diperoleh Skor REBA sebelum perbaikan adalah 11 termasuk dalam kategori high risk dan harus dilakukan perbaikan. Pihak manajemen departemen melakukan penggantian wadah karton arsip yang semula tidak terdapat pegangan menjadi terdapat pegangan di samping kiri dan kanan kardus, kemudian dilakukan 4x percobaan pengangkatan sebagai bentuk analisis perbaikan pekerjaan dengan nggunakan metode RWL dan LI dengan berat beban dan tinggi destinasi akhir yang berbeda. Hasilnya menunjukkan nilai LI akhir percobaan 1 awal LI 0,901 akhir 0,70, percobaan 2 awal 0,832 akhir 0,821, percobaan 3 awal 0,869 akhir 0,811, dan percobaan 4 awal 0,877 akhir 0,873. Hasil perhitungan dari keempat percobaan menunjukan nilai LI ≤ 1, hal ini menunjukan indikasi bahwa aktivitas pengangkatan memiliki tingkat resiko yang rendah. Terakhir dilakukan analisis REBA setelah perbaikan hasilnya Skor REBA 4 termasuk dalam kategori medium risk yang harus segera dilakukan implementasi perbaikan, terdapat penurunan tingkat resiko dari analisis REBA sebelum dan setelah perbaikan. Implementasi perbaikan yang dilakukan: membuat SOP, sosialisasi dan poster cara pengangkatan yang baik dan benar.