Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of performance assessment on Kurikulum Merdeka and Kurikulum 2013 Santi Deva; Firli Nurpatihah S; Amara Dwi Ayuni; Wulan Sundari Apriana; N. Nahadi
Inovasi Kurikulum Vol 21, No 2 (2024): Inovasi Kurikulum, May 2024
Publisher : Himpunan Pengembang Kurikulum Indonesia (HIPKIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jik.v21i2.69673

Abstract

Research on performance assessment in education is crucial to ensuring the quality and effectiveness of the learning process. This study aims to examine the implementation of performance assessments in the Kurikulum Merdeka and Kurikulum 2013 and identify the challenges and opportunities educators face. The method used is a literature review, which involves collecting, analyzing, and interpreting previous research on performance assessment and curricula. The results show that in Kurikulum 2013, performance assessment is focused on final student outcomes and serves as a tool for providing guidance and encouragement, helping students reach their maximum potential. In Kurikulum Merdeka, performance assessment encompasses 21st-century skills such as critical thinking, creativity, communication, and collaboration, connecting learning to real-life situations. Despite challenges like educator readiness and resource limitations, valid and reliable instruments provide a strong foundation for improving the quality of performance assessments. To enhance the implementation of performance assessments, it is recommended that advanced training for educators, adequate resources, and advanced instruments be provided, and collaboration among educators and integration of project-based assessments be encouraged. These steps are expected to offer more significant benefits for student development and the achievement of educational goals. AbstrakPenelitian tentang penilaian kinerja dalam pendidikan sangat penting untuk memastikan kualitas dan efektivitas proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi penilaian kinerja dalam Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pendidik. Metode yang digunakan adalah literature review, yang melibatkan pengumpulan, analisis, dan interpretasi penelitian sebelumnya terkait penilaian kinerja dan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam Kurikulum 2013, penilaian kinerja tidak hanya difokuskan pada hasil akhir belajar peserta didik tetapi juga sebagai alat untuk memberikan bimbingan dan dorongan, membantu peserta didik mencapai potensi maksimal mereka. Dalam Kurikulum Merdeka, penilaian kinerja mencakup keterampilan abad ke-21 seperti pemikiran kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi, serta menghubungkan pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata. Meskipun terdapat tantangan seperti kesiapan pendidik dan keterbatasan sumber daya, instrumen yang valid dan reliabel memberikan dasar yang kuat untuk peningkatan kualitas penilaian kinerja. Untuk meningkatkan implementasi penilaian kinerja, disarankan pelatihan lanjutan bagi pendidik, penyediaan sumber daya yang memadai, pengembangan instrumen lanjutan, serta mendorong kolaborasi antar pendidik dan integrasi penilaian berbasis proyek. Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perkembangan peserta didik dan pencapaian tujuan pendidikan.Kata Kunci: asesmen kinerja; kurikulum merdeka; kurikulum 2013
Mengintegrasikan Konten Kimia Kontekstual tentang Reaksi Redoks dalam Pemeliharaan Sasis untuk Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan Santi Deva; Sjaeful Anwar; Ijang Rohman
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 7 (2025): July
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i7.11296

Abstract

This study aims to analyze the relevance and integration of contextual chemistry content, particularly focusing on redox reactions in the context of corrosion in automotive chassis maintenance, into the vocational education curriculum of Light Vehicle Engineering (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif/TKRO) programs. Utilizing the Qualitative Content Analysis (QCA) method, this research examines curriculum documents, IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) modules, and interviews with both science and vocational teachers to identify gaps between chemistry teaching and vocational practices. The results reveal that essential chemical concepts such as oxidation-reduction reactions, electrochemistry, and corrosion science are currently absent or underrepresented in the general science curriculum. These omissions hinder students’ understanding of crucial maintenance procedures related to metal degradation, material selection, and protective treatments. The study proposes a contextualized chemistry material outline to bridge this gap, enabling vocational students to apply scientific principles effectively in real-world automotive settings. Findings from this study advocate for the incorporation of redox and electrochemical content in vocational science education to enhance both conceptual understanding and technical competency.