Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PERAN PEMBIAYAAN SYARIAH PADA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH (UMKM) DI JAKARTA UTARA Mutiara Salsabiilaa; Riskayanto Riskayanto; Stevani Adinda Nurul Huda
Bisnis Manajemen dan Keuangan Vol 1, No 2 (2024): BISMAKU - July 2024
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/bismaku.2024.v1i2.12423

Abstract

Pemahaman terkait peran pembiayaan syariah terhadap pemberdayaan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM) di Jakarta Utara menjadi tujuan dari penelitian ini. Analisis pada penelitian ini mengandalkan pendekatan data utama (primer) yang terhimpun melalui pendistribusian kuesioner skala likert kepada 105 partisipan. Penelitian ini memanfaatkan metode pendekatan kuantitatif. dan menerapkan analisis regresi linear sederhana dalam pemodelan. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan program SPSS 29. Berdasarkan hasil analisis, mengungkapkan bahwa variabel pembiayaan syariah memiliki dampak positif pada tingkat pemberdayaan Usaha Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM) di wilayah Jakarta Utara.
Transformasi Kesadaran Halal di Era Media Sosial: Studi Netnografi Pada Konten Instagram di Indonesia MUTIARA SALSABIILAA; Putri Ayushifa Kurniati; Maulana Syarif Hidayatullah
At-Taradhi Jurnal Studi Ekonomi Vol 17 No 1 (2026): At-Taradhi: Jurnal Studi Ekonomi
Publisher : Islamic Economics and Business Faculty of UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/taradhi.v17i1.18584

Abstract

Amid Indonesia's ambition to become a global halal hub, this study examines how halal awareness among Indonesian Muslims is transformed in the digital era through Instagram, addressing a gap in prior research that has treated social media's role in this process largely descriptively. Using a qualitative netnographic approach, the study traces interactions, narratives, and digital practices on the @halalcorner account, analyzing four high-engagement posts through the combined lenses of the Theory of Planned Behavior and Uses and Gratifications Theory. The findings show that Instagram functions not only as a communication medium but also as a space for digital da'wah, public education, and halal identity formation, with halal awareness unfolding across four stages — knowledge, attitude, practice, and lifestyle. Educational content, clarification of halal-related controversies, and two-way communication between account administrators and audiences strengthen Muslim consumers' halal literacy, while younger generations, digital communities, and influencers expand the halal value network and accelerate the modern internalization of sharia principles. The study confirms Instagram's significant role in shaping halal awareness amid Indonesia's digital culture, extending TPB and Uses and Gratifications Theory to naturally occurring audience discourse.
Transformasi Kesadaran Halal Di Era Media Sosial: Studi Netnografi Pada Konten Instagram Di Indonesia Putri Ayushifa Kurniati; Mutiara Salsabiilaa; Maulana Syarif Hidayatullah
Menulis: Jurnal Penelitian Nusantara Vol. 2 No. 1 (2026): Menulis - Januari
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/menulis.v2i1.983

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi kesadaran halal masyarakat Indonesia di era digital melalui platform Instagram. Pendekatan kualitatif dengan metode netnografi digunakan untuk menelusuri interaksi, narasi, dan praktik digital pada akun @halalcorner sebagai ruang sosialisasi halal. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif terhadap unggahan, komentar, hashtag, dan diskusi warganet terkait produk halal, gaya hidup, dan edukasi syariah. Temuan menunjukkan bahwa Instagram tidak hanya berfungsi sebagai media komunikasi, tetapi juga sebagai ruang dakwah digital, edukasi publik, dan pembentukan identitas halal. Transformasi kesadaran halal tampak melalui empat tahapan: pengetahuan (knowledge), sikap (attitude), praktik (practice), dan gaya hidup (lifestyle). Konten edukatif, klarifikasi isu halal, serta komunikasi dua arah memperkuat literasi dan selektivitas konsumen Muslim dalam menentukan pilihan produk. Keterlibatan generasi muda, komunitas digital, dan influencer turut memperluas jejaring nilai halal dan mempercepat internalisasi prinsip syariah secara modern. Hasil penelitian menegaskan bahwa Instagram memiliki peran signifikan dalam membentuk dan mentransformasi kesadaran halal masyarakat Indonesia di tengah perkembangan budaya digital.