Sarasati Windria
Department of Biomedical Sciences, Division of Microbiology, Veterinary Medicine Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Padjadjaran, Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Diagnosis and treatment of Malassezia dermatitis in a Persian cat Arvia Chairunnisa; Siti Faridha Amalia Ihsanu Nadya; Sarasati Windria; Prananda Eka Rifki; Rahmitiana Wuri
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.2.25-26

Abstract

Kehadiran jamur Malassezia pada kulit, baik dalam jumlah normal maupun berlebih, dapat mengaktifkan sistem kekebalan kulit pada kucing. Makalah ini melaporkan kasus seekor kucing Persia berusia tujuh tahun bernama Imo, yang mengalami nyeri mata dan gejala dermatitis selama pemeriksaan fisik. Pemeriksaan penunjang, termasuk penggunaan kit tes kombo dan sitologi, menghasilkan diagnosis dermatitis Malassezia. Terapi yang diberikan meliputi pembersihan dan kompres luka dengan larutan saline yang mengandung NaCl, pemberian itraconazole dan tambahan air oxyfresh secara oral, injeksi marbofloxacin secara subkutan, dan aplikasi vaseline secara topikal. Pasien menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam penyembuhan luka dalam waktu 24 hari setelah perawatan.
Pancreatitis-induced prediabetes and hepatic lipidosis in a mixed breed cat Siti Faridha Amalia Ihsanu Nadya; Arvia Chairunnisa; Sarasati Windria; Prananda Eka Rifki
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.2.33-34

Abstract

Pankreatitis dapat menyebabkan penurunan produksi insulin dan peningkatan kadar glukosa darah. Kadar insulin yang berkurang dapat menyebabkan lipolisis berlebihan, yang menyebabkan lipidosis hati. Laporan ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana pankreatitis dapat menyebabkan pradiabetes dan lipidosis hati, memberikan wawasan tentang pemilihan terapi yang tepat dan kausal. Laporan kasus ini membahas seekor kucing ras campuran jantan berusia 5 tahun dengan berat 3,9 kg yang datang dengan anoreksia dan hipersalivasi. Meskipun pemeriksaan fisik rutin, tes darah mengungkapkan penurunan kadar kreatinin dan Ca2+ dan peningkatan kadar glukosa darah, SGPT, kolesterol, dan amilase. Temuan ini menunjukkan diagnosis pankreatitis disertai dengan pradiabetes dan lipidosis hati. Perawatan yang diberikan termasuk Ringer Laktat intravena, injeksi Ornipural® subkutan, sefalexin oral (Rilexine®) dan Samylin®, dan manajemen diet dengan makanan basah ginjal khusus.
Hematologic profile of tick paralysis in a domestic cat Stevanie Andrea Wijaya; Aditya Gilang Prasaja; Chika Khaerani Mutiara; Azmi Firman Bangkit; Fransiskus Teguh Santoso; Sarasati Windria
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.3.43-44

Abstract

Tick paralysis adalah toksikosis pada hewan yang disebabkan oleh infestasi ektoparasit, seperti kutu atau caplak, yang mengeluarkan neurotoksin dan menyebabkan kelumpuhan otot. Artikel ini melaporkan temuan hematologi dari seekor kucing domestik jantan berusia 2 tahun yang didiagnosis dengan tick paralysis di Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat. Kucing yang baru saja diadopsi sebagai kucing liar ini, menunjukkan gejala inkoordinasi pada tungkai belakang, infestasi Ctenocephalides felis, penurunan nafsu makan, konstipasi, dan dehidrasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa kucing tersebut sangat kurus (BCS 1/5) dengan tanda-tanda vital abnormal, termasuk suhu rektal 37°C, laju pernapasan 10 bpm, dan laju denyut jantung 260 bpm. Analisis hematologi menunjukkan granulocytosis, anemia makrositik, dan trombositopenia. Kucing tersebut dirawat dengan doxycycline, cyproheptadine, suplemen vitamin dan mineral, iron dextran, NaCl 0,9%, dan penghilangan kutu. Kasus ini menegaskan pentingnya pemantauan hematologis dalam penanganan tick paralysis dan memastikan respons pengobatan yang memadai.