Tick paralysis adalah toksikosis pada hewan yang disebabkan oleh infestasi ektoparasit, seperti kutu atau caplak, yang mengeluarkan neurotoksin dan menyebabkan kelumpuhan otot. Artikel ini melaporkan temuan hematologi dari seekor kucing domestik jantan berusia 2 tahun yang didiagnosis dengan tick paralysis di Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat. Kucing yang baru saja diadopsi sebagai kucing liar ini, menunjukkan gejala inkoordinasi pada tungkai belakang, infestasi Ctenocephalides felis, penurunan nafsu makan, konstipasi, dan dehidrasi. Pemeriksaan fisik menunjukkan bahwa kucing tersebut sangat kurus (BCS 1/5) dengan tanda-tanda vital abnormal, termasuk suhu rektal 37°C, laju pernapasan 10 bpm, dan laju denyut jantung 260 bpm. Analisis hematologi menunjukkan granulocytosis, anemia makrositik, dan trombositopenia. Kucing tersebut dirawat dengan doxycycline, cyproheptadine, suplemen vitamin dan mineral, iron dextran, NaCl 0,9%, dan penghilangan kutu. Kasus ini menegaskan pentingnya pemantauan hematologis dalam penanganan tick paralysis dan memastikan respons pengobatan yang memadai.
Copyrights © 2024