Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketidakfasihan yang dilakukan oleh pembawa acara dan bintang tamu di YouTube Vindes yang diwakili oleh transkrip Vindes. Ketidakfasihan sering terjadi pada ucapan spontan. Teori yang mendukung tesis ini adalah teori yang dikemukakan oleh Gilquin dan Bloodstein;. Analisis berfokus pada jenis ketidakfasihan yaitu jeda senyap, jeda terisi, pengulangan, dan awal yang salah. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengidentifikasi jenis-jenis ketidaklancaran yang terdapat dalam talkshow, (2) untuk mengetahui jenis-jenis ketidaklancaran yang dominan. Tesis ini menggunakan metode deskriptif kualitatif Meleong. Langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis ini adalah mengumpulkan data dengan mengunduh video talkshow, menyalin data, mengidentifikasi ketidaklancaran, mengklasifikasikan ketidaklancaran, menghitung jenis ketidaklancaran yang dominan, dan menyimpulkan analisis. Hasil analisis diperoleh jumlah ketidakfasihan yang dilakukan oleh penutur sebanyak 125. Pengulangan terjadi sebanyak 29 kali yaitu 23,2%, jeda diam sebanyak 36 kali yaitu 28,8%, jeda terisi sebanyak 56 kali yaitu 44,8%, dan awal yang salah sebanyak 4 kali yaitu 3,2 %. Hal ini menunjukkan bahwa repetisi lebih dominan dibandingkan dengan tipe lainnya. Penyebab ketidaklancaran adalah karena kesulitan kognitif. Pembicara membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan kata dari kalimat untuk topik abstrak dibandingkan dengan topik konkrit. Penutur mengalami ketidakfasihan bicara akibat kesulitan mereka dalam menemukan kata yang tepat. Kemudian berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada peneliti selanjutnya untuk menggunakan metode ini, dan menggunakan temuan tersebut sebagai dasar untuk melakukan desain penelitian lainnya.