PT. LG Electronics Indonesia merupakan perusahaan manufaktur elektronik yang terus berupaya meningkatkan efisiensi operasional, salah satunya melalui penerapan Lean Manufacturing. Salah satu fasilitas pendukung yang berperan penting dalam kelancaran proses produksi adalah forklift yang digunakan untuk mengangkut bahan baku, produk setengah jadi, dan produk jadi. Namun, operasional forklift masih sering mengalami downtime yang berdampak pada menurunnya efektivitas aktivitas material handling. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan forklift menggunakan metode Overall Equipment Effectiveness (OEE), mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas operasional, serta memberikan usulan perbaikan berdasarkan hasil analisis. Metode OEE mengukur efektivitas peralatan melalui tiga komponen utama, yaitu Availability, Performance, dan Quality. Data yang digunakan merupakan data operasional forklift selama periode November 2023 hingga Oktober 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata Availability sebesar 87,45%, Performance sebesar 80,00%, dan Quality sebesar 97,78%, sehingga diperoleh nilai rata-rata OEE sebesar 68,41%. Nilai tersebut masih berada di bawah standar world class sebesar 85%, yang menunjukkan bahwa efektivitas operasional forklift belum optimal. Rendahnya nilai OEE terutama disebabkan oleh tingginya downtime, khususnya akibat kerusakan pada komponen rem dan powertrain, yang mengurangi waktu operasi efektif forklift. Oleh karena itu, perusahaan disarankan untuk meningkatkan pelaksanaan preventive maintenance secara terjadwal, melakukan inspeksi berkala terhadap komponen kritis, meningkatkan kompetensi operator, mengoptimalkan rute pengangkutan dan tata letak gudang, serta mempertimbangkan penggantian forklift yang sudah tidak efisien. Penerapan langkah-langkah tersebut diharapkan dapat menurunkan downtime, meningkatkan efektivitas operasional forklift, dan mendukung produktivitas perusahaan.