Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penguatan guru mengatasi kerentanan mental siswa melalui pelatihan hypnoteaching berbasis siklus experiential learning Meylia Elizabeth Ranu; Sri Setyo Iriani; Dian Anita Nuswantara; Dwiarko Nugrohoseno
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 4 (2024): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i4.27369

Abstract

Abstrak Bullying atau perundungan di sekolah adalah masalah yang signifikan di seluruh dunia, mempengaruhi perkembangan fisik, emosional, dan spiritual individu. Indonesia tidak lepas dari kasus perundungan, termasuk kasus yang terjadi di lingkungan sekolah. Demikian pula kasus bullying di labschool, mulai dari kasus ringan sampai dengan sedang. Secara spesifik, belum terdapat kasus bullying yang mengkhawatirkan melainkan sekadar bullying antar teman yang tidak mengakibatkan dampak serius. ituasi perkembangan siswa yang mengalami kerapuhan mental dan motivasi, baik disebabkan kondisi rumah maupun lingkungan sekolah menambah panjang daftar permasalahan di sekolah. Salah satu elemen yang penting dalam mengurangi risiko demotivasi dan kerentanan mental adalah guru, baik guru BK maupun guru mata pelajaran. Hypnoteaching sebagai bagian dari peningkatan kapasitas individu dimulai dengan memahami lebih jelas mengenai hipnosis. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan pelatihan hipnoteaching kepada 25 guru yang terdiri dari guru bimbingan konseling (BK) dan guru mata pelajaran Labschool UNESA sebagai bentuk penguatan kerentanan mental peserta didik melalui metode experiential learning. Dengan beberapa praktik di setiap siklusnya dan soal pre dan post tes, terdapat evaluasi yang berlangsung selama satu bulan pengamatan melalui daring antara guru dengan penyelenggara PKM serta pakar hynoteaching. Guru mendapatkan manfaat dari pelatihan ini untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dengan kondisi mental siswa yang sehat. Kata kunci: pengabdian; pelatihan; hypnoteaching; kerentanan mental siswa. Abstract Bullying in schools is a significant problem worldwide, affecting the physical, emotional, and spiritual development of individuals. Indonesia is not free from bullying cases, including cases that occur in the school environment. Specifically, there have been no cases of bullying that are merely bullying between friends that do not cause serious impacts. The development situation of students who experience mental and motivational fragility, either due to home conditions or the school environment, adds to the long list of problems in schools. One important element in reducing the risk of demotivation and mental vulnerability is teachers. Hypnoteaching as part of increasing individual capacity begins with a clearer understanding of hypnosis. This Community Service activity aims to provide hypnoteaching training to 25 teachers consisting of guidance and counseling teachers and Labschool UNESA subject teachers as a form of strengthening students' mental vulnerability through the experiential learning method. With several practices in each cycle and pre- and post-test questions, there is an evaluation that lasts for one month of observation through challenges between teachers and community service organizers and hynoteaching experts. Teachers benefit from this training to create enjoyable learning with healthy student mental conditions.Keywords: keywords: community service; training; hypnoteaching, students' mental vulnerability.
Pengaruh Innovation resistance dan behavioral intention terhadap use behavior Sistem informasi manajemen Auliya Sabilla Sayidina putri ariwibowo; Meylia Elizabeth Ranu
Insearch: Information System Research Journal Vol 6, No 01 (2026): Insearch (Information System Research) Journal
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi UIN Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/isrj.v6i01.13722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak resistensi inovasi dan niat perilaku terhadap perilaku penggunaan dalam implementasi aplikasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) di Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma Surabaya (BBVF) Pusvetma. Penggunaan teknologi informasi dalam konteks organisasi publik seringkali menghadapi hambatan berupa resistensi dari pengguna, meskipun sistem tersebut dirancang untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional. Pendekatan kuantitatif diterapkan melalui metode survei yang melibatkan karyawan BBVF Pusvtema Surabaya sebagai objek penelitian. Pengelolaan data dilaksanakan melalui angket, dengan pengajian data menerapkan Teknik structural Equation Modeling (SEM) berdasarkan Generalized Structured Component Analysis (GSCA). Temuan penelitian menunjukkan bahwa resistensi terhadap inovasi menyandang dampak positif akan niat perilaku, sementara niat perilaku tidak terbukti memegang dampak langsung terhadap perilaku penggunaan. Selain itu, kondisi pendukung diidentifikasi sebgaai faktor utama yang mendorong perilaku adopsi sistem. Implikasi dari penemuan mengindikasikan yakni pencapaian pengaplikasian sistem informasi bukan sekedar ditentukan akibat motivasi seseorang, namun juga oleh kesiapan ekosistem organisasi dan dukungan teknis yang diberikan. Studi ini diperkirakan berupaya menyodorkan peran konseptual terhadap peningkatan model Unified Theory of Acceptance and Use of Technology (UTAUT) serta menyediakan panduan praktis bagi entitas public dalam mengelola adopsi teknologi infomasi yang berkelanjutan.
Office Layout Perception and Employee Performance: The Mediating Role of Work Motivation at PT XYZ Aldi Favian Athawijaya; Meylia Elizabeth Ranu
International Journal of Management Science and Information Technology Vol. 6 No. 2 (2026): July - December 2026
Publisher : Lembaga Komunitas Informasi Teknologi Aceh (KITA), Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/ijmsit.v6i2.7424

Abstract

The primary objective of this research is to investigate how perceived workspace design impacts staff productivity, incorporating internal drive as a mediating factor within an Indonesian manufacturing context at PT XYZ. By applying the Person-Environment Fit theory within the context of management science, this research addresses a theoretical gap regarding the interplay of physical ergonomics and psychological support in non-Western organizational settings. A quantitative explanatory approach was employed, utilizing saturated sampling to collect primary data via questionnaires from 40 active employees in the PPIC and Accounting divisions. Data processing was executed utilizing the Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach via SmartPLS software. The empirical findings demonstrate a solid framework, accounting for 71.9% of the variations in workforce productivity. Office layout perception demonstrates a significant positive direct effect on both employee performance (p = 0.006) and work motivation (p = 0.000). Furthermore, work motivation significantly drives performance (p = 0.000) and acts as a crucial mediator in the layout-performance relationship (indirect effect p = 0.000). The findings underscore the necessity of tailoring workspace designs to specific operational needs, such as open-plan spaces for communication-heavy tasks and partitioned areas for focus-intensive work. Ultimately, to sustain operational efficiency and human resource effectiveness, management should prioritize targeted physical environment improvements, such as optimized lighting and ventilation, alongside supportive organizational policies.