Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Diafragma Breathing Exercise Pada Keluarga Dengan Ketidakefektifan Manajemen Kesehatan Keluarga Di Desa Pancuran Gading Kecamatan Tapung Tengku Manawa Shalwa; Wardah Wardah; Bayu Azhar; Ulfa Hasanah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7164

Abstract

Asma merupakan salah satu penyakit tidak menular yang bersifat kronis dan memerlukan pengelolaan jangka panjang, tidak hanya oleh penderita tetapi juga oleh keluarga. Ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga dapat memperburuk kondisi asma akibat kurangnya pengetahuan, keterampilan, dan keterlibatan keluarga dalam perawatan. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan adalah Diaphragmatic Breathing Exercise (DBE) yang bertujuan meningkatkan efisiensi pernapasan dan mengurangi sesak napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan DBE pada keluarga dengan ketidakefektifan manajemen kesehatan keluarga dalam menangani penderita asma di Desa Pancuran Gading, Kecamatan Tapung. Metode yang digunakan adalah Evidence Based Practice Nursing dengan pendekatan deskriptif melalui pretest dan posttest. Subjek penelitian terdiri dari tiga keluarga dengan anggota penderita asma dewasa hingga lansia. Intervensi DBE diberikan selama enam hari dengan durasi 10–15 menit setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan frekuensi napas, peningkatan saturasi oksigen, penurunan skor Borg, serta peningkatan signifikan pada manajemen kesehatan keluarga berdasarkan indikator SLKI. Penerapan Diaphragmatic Breathing Exercise terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan keluarga dalam meningkatkan kemampuan keluarga mengelola asma secara mandiri di rumah.
Nursing Diagnoses in Pediatric Surgical Inpatients: A Cross-Sectional Study Gita Adelia; Eka Malfasari; Deswinda Deswinda; Candra Saputra; Bayu Azhar; M Zul 'irfan; Rizka Febtrina; Noni Ramadianty
Nursing Current: Jurnal Keperawatan Vol. 14 No. 1 (2026): June
Publisher : Faculty of Nursing, Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/ncjk.v14i1.10554

Abstract

Introduction: Children in surgical units are vulnerable to nursing problems due to invasive procedures and complex medical conditions. Identifying nursing diagnoses is essential to determine appropriate and effective interventions.Objective: This study aimed to identify nursing diagnoses based on the Indonesian Nursing Diagnosis Standards (Standar Diagnostik Keperawatan Indonesia, SDKI) in pediatric patients hospitalized in a pediatric surgical care unit. Methods: This quantitative study employed a cross-sectional design using retrospective data from medical records. The study was conducted in the Pediatric Surgical Care Unit of Arifin Achmad General Hospital, Riau Province, from December 2024 to March 2025. The sample consisted of 107 children and adolescents who were hospitalized for more than 24 hours. Data were collected using pediatric nursing assessment forms and analyzed descriptively using frequency and percentage. Results: A total of 13 actual nursing problems were identified. The most common problem was acute pain (D.0077), found in 82 cases (75%). Other issues included decreased intracranial adaptive capacity (D.0066) and constipation (D.0049), each in 6 cases (6.5%), as well as urinary elimination impairment (D.0040) and anxiety (D.0080), each in 2 cases (2.2%). Conclusion: Acute pain is the most dominant nursing problem among postoperative children, accompanied by anxiety as a significant psychological issue. A systematic SDKI-based assessment of pain and anxiety, along with integrated interventions encompassing pain management and anxiety reduction, is essential to improve the quality of care and enhance postoperative recovery outcomes in children.