Susi Nurohmi
Universitas Muhammadiyah Kudus

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN PANGAN DIET KHUSUS TERHADAP PERUBAHAN NILAI Z-SCORE BALITA WASTING DI PUSKESMAS SIDOREKSO KABUPATEN KUDUS Retno Sumiasih; Purbowati Purbowati; Susi Nurohmi
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 6, No 2 (2025): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jmi.v6i2.3038

Abstract

Masalah gizi pada anak usia bawah lima tahun masih menjadi perhatian di wilayah kerja Puskesmas Sidorekso, khususnya pada kasus anak dengan berat badan rendah terhadap tinggi badan yang menandakan kekurangan gizi akut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pangan diet khusus terhadap perubahan status gizi anak berdasarkan nilai z-score berat badan terhadap tinggi badan. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen semu dengan pendekatan pra dan pasca perlakuan tanpa kelompok kontrol. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 anak usia 12 sampai 59 bulan dengan status gizi kurang yang menerima susu formula 100 selama 8 minggu. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat dan tinggi badan menggunakan alat antropometri standar, kemudian dihitung nilai status gizinya. Hasil menunjukkan rata-rata nilai z-score sebelum intervensi sebesar -2,4153 dan meningkat menjadi -1,7153 setelah intervensi. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik. Dapat disimpulkan bahwa pemberian pangan diet khusus selama 8 minggu memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perbaikan status gizi anak. Disarankan agar program pemberian makanan dietetik khusus dilanjutkan dengan pengawasan rutin dan edukasi kepada orang tua untuk menjaga keberlanjutan hasil intervensi dan menurunkan angka kekurangan gizi pada anak di wilayah kerja puskesmas. AbstractNutritional problems in children under five years old remain a concern in the working area of Sidorekso Health Center, particularly in cases of children with low weight-for-height, which indicates acute malnutrition. This study aimed to analyze the effect of special dietary food provision on changes in children's nutritional status based on weight-for-height z-score values. This study used a quasi-experimental design with a pretest-posttest approach without a control group. The sample consisted of 30 children aged 12 to 59 months with poor nutritional status who received formula 100 milk for 8 weeks. Data were collected through anthropometric measurements of weight and height using standard instruments, and the nutritional status was calculated accordingly. The results showed that the mean z-score before the intervention was -2.4153 and increased to -1.7153 after the intervention. The paired sample t-test showed a significance value of 0.000, indicating a statistically significant difference. It can be concluded that the provision of special dietary food for 8 weeks had a significant effect on improving the nutritional status of children. It is recommended that the therapeutic feeding program be continued with regular supervision and parental education to sustain the intervention outcomes and reduce malnutrition rates among children in the health center's working area.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PEKERJA WANITA Rizki Widyan Aisya; Purbowati Purbowati; Susi Nurohmi
JURNAL MEDIKA INDONESIA Vol 4, No 2 (2023): JURNAL MEDIKA INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/.v4i2.2389

Abstract

Hipertensi atau sering dikenal dengan tekanan darah tinggi yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah diatas batas normal jika tekanan darah sistolik 140 mmHg atau lebih tinggi dan tekanan darah diastolik 90 mmHg atau lebih tinggi. Faktor risiko hipertensi dipengaruhi oleh usia, genetik, IMT (Indeks Massa Tubuh), dan lain-lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah desain Cross-Sectional dengan 350 yang dipilih melalui purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung, pengukuran darah dan peneliaian antropometri. Analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan anatar variable. Responden sebagian besar berusia 30-49 tahun (46,6%) yang memiliki latar belakang pendidikan SD (51,7%). Terdapat 16,8% respoden memiliki riwayat tekanan darah tinggi dari orang tua. Sebagian besar responden memiliki indeks massa tubuh dengan berat badan lebih (65,7%). Angka kejadian hipertensi pada responden berdasarkan tekanan darah sistolik yang masuk dalam kelompok hipertensi (34.0%), sedangakan diastolik (32,6%). Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara usia, genetik dan IMT yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita (p-value0,05). Kesimpulan penelitian terdapat hubungan yang signifikan antara usia, genetik, dan IMT dengan kejadian hipertensi pada pekerja wanita.
Hubungan Pengetahuan, Tingkat Partisipasi Ibu, dan Asupan Makan Balita dengan Status Gizi Balita di Posyandu Melati 7 Desa Getas Pejaten Kudus: The Relationship Between Knowledge, Maternal Participation Levels, and Toddler Food Intake With Toddler Nutritional Status at The Melati 7 Health Center in Getas Pejaten Village, Kudus Fitria Syarifa Hartanto; Islami; Susi Nurohmi
Journal of Holistics and Health Sciences Vol. 8 No. 2 (2026): Journal of Holistics and Health Sciences (JHHS), September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jhhs.v8i2.718

Abstract

Nutrition problems in toddlers remain a major public health concern in Indonesia. Based on the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of nutrition problems in Central Java and Kudus Regency is still relatively high. Although the nutritional status of toddlers at the Melati 7 Posyandu in Getas Pejaten Village, Kudus, is relatively better than the regency average, the participation of mothers of toddlers in posyandu activities is still not optimal. The purpose of this study was to analyze the relationship between mothers' knowledge, their level of participation in Posyandu, and toddlers' food intake with the nutritional status of toddlers aged 6-59 months. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 82 toddlers selected using total sampling technique. Data on mothers' knowledge was collected through questionnaires, mothers' participation levels were based on the frequency of posyandu visits, toddlers' food intake was measured using the SQ-FFQ questionnaire, and toddlers' nutritional status was based on the anthropometric indicator of weight-for-height. Data analysis was performed using Spearman's correlation test. The results showed that there was no significant relationship between mothers' knowledge about toddlers (p = 0.846) or health centers (p = 0.272) and the nutritional status of toddlers. Conversely, the level of mothers' participation in health centers showed a significant relationship (p = 0.002) with the nutritional status of toddlers, with a moderate negative correlation. In addition, toddler food intake, including (p = <0.001), protein (p = 0.002), fat (p = 0.010), and carbohydrates (p = 0.014), had a significant relationship with toddler nutritional status. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between mothers' knowledge of nutrition and the nutritional status of toddlers. Conversely, the level of mothers' participation in posyandu has a significant relationship with the nutritional status of toddlers. In addition, toddler food intake, including adequate energy, protein, fat, and carbohydrates, is also significantly related to the nutritional status of toddlers.   ABSTRAK Masalah gizi pada balita masih menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi masalah gizi di Jawa Tengah dan Kabupaten Kudus masih tergolong tinggi. Meskipun kondisi status gizi balita di Posyandu Melati 7 Desa Getas Pejaten Kudus relatif lebih baik dibandingkan rata-rata kabupaten, partisipasi ibu balita dalam kegiatan posyandu masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, tingkat partisipasi ibu di posyandu, dan asupan makan balita dengan status gizi balita usia 6–59 bulan. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data pengetahuan ibu melalui kuesioner, tingkat partisipasi ibu berdasarkan frekuensi kunjungan posyandu, asupan makan balita melalui kuesioner SQ-FFQ, dan status gizi balita berdasarkan indikator antropometri BB/TB. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang balita (p = 0,846) maupun posyandu (p = 0,272) dengan status gizi balita. Sebaliknya, tingkat partisipasi ibu di posyandu menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,002) dengan status gizi balita dengan arah hubungan negative sedang. Selain itu, asupan makan balita yang meliputi (p = <0,001), protein (p =0,002), lemak (p = 0,010), dan karbohidrat (p = 0,014) memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu mengenai gizi dengan status gizi balita. Sebaliknya, tingkat partisipasi ibu dalam posyandu memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi balita, selain itu, asupan makan balita yang meliputi kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat juga berhubungan secara signifikan dengan status gizi balita.