Nutrition problems in toddlers remain a major public health concern in Indonesia. Based on the 2024 Indonesian Nutrition Status Survey (SSGI), the prevalence of nutrition problems in Central Java and Kudus Regency is still relatively high. Although the nutritional status of toddlers at the Melati 7 Posyandu in Getas Pejaten Village, Kudus, is relatively better than the regency average, the participation of mothers of toddlers in posyandu activities is still not optimal. The purpose of this study was to analyze the relationship between mothers' knowledge, their level of participation in Posyandu, and toddlers' food intake with the nutritional status of toddlers aged 6-59 months. This study used an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of 82 toddlers selected using total sampling technique. Data on mothers' knowledge was collected through questionnaires, mothers' participation levels were based on the frequency of posyandu visits, toddlers' food intake was measured using the SQ-FFQ questionnaire, and toddlers' nutritional status was based on the anthropometric indicator of weight-for-height. Data analysis was performed using Spearman's correlation test. The results showed that there was no significant relationship between mothers' knowledge about toddlers (p = 0.846) or health centers (p = 0.272) and the nutritional status of toddlers. Conversely, the level of mothers' participation in health centers showed a significant relationship (p = 0.002) with the nutritional status of toddlers, with a moderate negative correlation. In addition, toddler food intake, including (p = <0.001), protein (p = 0.002), fat (p = 0.010), and carbohydrates (p = 0.014), had a significant relationship with toddler nutritional status. The conclusion of this study is that there is no significant relationship between mothers' knowledge of nutrition and the nutritional status of toddlers. Conversely, the level of mothers' participation in posyandu has a significant relationship with the nutritional status of toddlers. In addition, toddler food intake, including adequate energy, protein, fat, and carbohydrates, is also significantly related to the nutritional status of toddlers. ABSTRAK Masalah gizi pada balita masih menjadi perhatian utama kesehatan masyarakat di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi masalah gizi di Jawa Tengah dan Kabupaten Kudus masih tergolong tinggi. Meskipun kondisi status gizi balita di Posyandu Melati 7 Desa Getas Pejaten Kudus relatif lebih baik dibandingkan rata-rata kabupaten, partisipasi ibu balita dalam kegiatan posyandu masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu, tingkat partisipasi ibu di posyandu, dan asupan makan balita dengan status gizi balita usia 6–59 bulan. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 82 balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data pengetahuan ibu melalui kuesioner, tingkat partisipasi ibu berdasarkan frekuensi kunjungan posyandu, asupan makan balita melalui kuesioner SQ-FFQ, dan status gizi balita berdasarkan indikator antropometri BB/TB. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu tentang balita (p = 0,846) maupun posyandu (p = 0,272) dengan status gizi balita. Sebaliknya, tingkat partisipasi ibu di posyandu menunjukkan hubungan yang signifikan (p = 0,002) dengan status gizi balita dengan arah hubungan negative sedang. Selain itu, asupan makan balita yang meliputi (p = <0,001), protein (p =0,002), lemak (p = 0,010), dan karbohidrat (p = 0,014) memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi balita. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu mengenai gizi dengan status gizi balita. Sebaliknya, tingkat partisipasi ibu dalam posyandu memiliki hubungan yang signifikan dengan status gizi balita, selain itu, asupan makan balita yang meliputi kecukupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat juga berhubungan secara signifikan dengan status gizi balita.