Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Penerapan Unggah-ungguh Bahasa Jawa di Panti Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang Alfiah; Bambang Sulanjari; Ayesa Siti Faijah; Feri Indriarto; Muhamad Nur Shodiq
Nuwo Abdimas Vol. 3 No. 1 (2024): Nuwo Abdimas
Publisher : FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Jawa sebagai bahasa ibu bagi sebagian besar pegawai dan penerima manfaat di lingkungan PGOT Mardi Utomo Semarang, sudah banyak ditinggalkan karena dianggap sulit. Bertolak dari kondisi tersebut, sejalan dengan kebijakan yang telah ditetapkan di Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang bahwa setiap hari Kamis seluruh pegawai diharuskan berbahasa Jawa, memunculkan keprihatinan dan menumbuhkan inspirasi Kepala Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang untuk meningkatkan kemampuan para pegawai dan penenrima manfaat dalam berbahasa Jawa.. Berangkat dari komitmen tersebut, Kepala Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang Bersama Tim PKM Universitas PGRI Semarang yang diketuai Alfiah, S.Pd., M.Pd. bersepakat untuk memberikan solusinterkait keterbatasan dalam berbahasa Jawa dengan menyelenggarakan pelatihan bagi pegawai di lingkungan Panti Pelayanan Sosial PGOT Mardi Utomo Semarang dalam menggunakan bahasa Jawa, khususnya penerapan unggah-ungguh bahasa Jawa. Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara luring dalam dua kali pertemuan dengan jumlah peserta 25 orang. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan kemampuan para pegawai dan penerima manfaat dalam menggunakan bahasa Jawa. Materi yang akan disampaikan dalam pelatihan ini antara lain: 1) Eksistensi dan Fungsi Unggah-ungguh Bahasa Jawa; 2) Penerapan Unggah-ungguh Bahasa Jawa.
Makna Ritual Kalang Obong dalam Masyarakat Kalang di Kendal Dengan Kajian Semiotika Pierce Feri Indriarto; Yuli Kurniati Werdiningsih yuli; Sunarya Sunarya
Jurnal IKADBUDI Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Ikadbudi : Jurnal Ilmiah Bahasa, Sastra, dan Budaya Daerah
Publisher : Fakultas Bahasa Seni dan Budaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/ikadbudi.v14i1.89318

Abstract

Tradisi Kalang Obong merupakan ritual yang dilakukan oleh masyarakat Kalang untuk memperingati sependhak atau seribu hari wafatnya seseorang, dengan prosesi Obong simbolik sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna ritual Kalang Obong dan menganalisisnya menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce, yang mencakup ikon, indeks, dan simbol dalam proses ritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual Kalang Obong memiliki struktur berlapis yang terdiri dari tahapan andheg, rapalan, aweh pangan, nyangoni, dan Obong. Analisis semiotik mengungkap bahwa ikon dalam ritual ini mencerminkan simbolisasi spiritual, indeks menunjukkan keterkaitan langsung dengan makna transisi arwah, dan simbol merepresentasikan warisan budaya serta amanat leluhur. Ritual ini tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan, tetapi juga menjadi sarana menjaga keseimbangan antara dunia fisik dan spiritual dalam komunitas Kalang.