Latar belakang dalam penelitin ini adalah kemampuan berpikir siswa masih sulit berkembang atau berperan aktif dalam proses pembelajaran di dalam kelas, sehingga membutuhkan model dan pendekatan yang baik dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siwa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui: (1) peningkatan kemampuan penyelesaian masalah siswa menggunakan pembelajaran Project-based learning melalui pendekatan STEM dibandingkan dengan pembelajaran biasa; (2) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa menggunakan pembelajaran Project-based learning melalui pendekatan STEM dibandingkan dengan pembelajaran biasa; (3) interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal IPA siswa terhadap kemampuan penyelesaian masalah siswa; (4) interaksi antara pembelajaran dengan kemampuan awal IPA siswa terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest control group, yang melibatkan dua kelas di SMP Chandra Kumala: kelas eksperimen yang menerapkan model PjBL-STEM dan kelas kontrol dengan pembelajaran seperti biasa. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, ANAVA dua jalur, dan perhitungan N-Gain dengan bantuan perangkat lunak SPSS 25 dan Microsoft Excel 2010. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa dengan nilai signifikansi (sig) pada faktor pembelajaran (pembelajaran project based learning) sebesar 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model Project-based learning melalui pendekatan STEM efektif dalam meningkatkan kemampuan penyelesaian masalah dan berpikir kritis siswa. Oleh karena itu, model ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam proses pembelajaran guna mendukung penguatan keterampilan berpikir abad ke-21.