Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam dalam Mempertahankan Kawasan Konservasi di Danau Dendam Tak Sudah Vieri Febrianto; Heni Nopianti; Diyas Widiyarti
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.3658

Abstract

Hutan yang ditetapkan sebagai cagar alam (kadang-kadang disebut sebagai cagar satwa liar atau cagar alam) dan taman yang diperuntukkan bagi pecinta lingkungan diawasi oleh Pusat Konservasi Sumber Daya Alam. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons untuk memeriksa inisiatif pemeliharaan kawasan konservasi yang dilakukan oleh organisasi konservasi sumber daya alam. Studi ini menerapkan jenis penelitian deskriptif dengan metodologi kualitatif. Wawancara dan observasi non-partisipan adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Menurut temuan studi ini, pusat konservasi sumber daya alam tidak lagi memfokuskan diri pada kawasan konservasi Danau Pembalasan di dalam kota Bengkulu. Ini termasuk kegiatan seperti menetapkan standar dan nilai untuk daerah tersebut, melakukan patroli untuk memastikan keamanan, dan melindungi flora dan fauna kawasan tersebut. Berdasarkan dokumen berikut: Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P.76/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2020 mengenai Organisasi dan Prosedur Kerja Pusat Konservasi Sumber Daya Alam, studi ini menemukan bahwa Pusat Konservasi Sumber Daya Alam menunjukkan komitmen yang kuat dengan melibatkan semua elemen pemerintah dan masyarakat lokal, dan memiliki wewenang penuh atas kawasan konservasi.
The Practice of Pokdarwis Involvement and The Application of Design Activism in Developing Decorative Bambu Products Atik Prihatiningrum; Diyas Widiyarti; Eka Vuspa Sari
International Journal of Community Service Learning Vol. 10 No. 1 (2026): February
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/ijcsl.v10i1.103853

Abstract

The limited knowledge and skills of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in producing a variety of decorative bamboo products, the suboptimal quality of promotional content on social media, and the lack of distinctiveness that reflects local identity are the main problems in developing bamboo products. These conditions affect the low competitiveness of the products and the weak branding of the cultural destinations managed by Pokdarwis Arga Tirta. This community service activity aims to increase the capacity of knowledge and skills of Pokdarwis Arga Tirta in developing decorative bamboo products through the application of a design activism approach and participatory Pokdarwis involvement practices. This community service uses a qualitative-participatory approach. The service subjects were 20 Pokdarwis from Arga Tirta. Data collection methods included observation, interviews, documentation, and pre- and post-tests to measure knowledge gains, using instruments such as observation sheets, interview guides, and written tests. The data analysis method used a simple qualitative and quantitative descriptive analysis. The service results showed an increase in partner capacity of 78% by producing 9 product variations and 7 variations of decorative bamboo motifs based on local wisdom. In conclusion, design activism-based training and mentoring were effective in enhancing the understanding, practical skills, and independence of the Arga Tirta Tourism Group (Pokdarwis) in producing local creative products that support sustainable cultural destination branding.