Heni Nopianti
Universitas Bengkulu, Bengkulu, Indonesia

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Analisis Perbandingan Tren Angka Partisipasi Sekolah Berdasarkan Jenis Kelamin; Laki-laki dan Perempuan di Kota Bengkulu Periode (2014-2023) Widya Safitri; Heni Nopianti; Sumarto Widiono
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.2913

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbandingan Angka Partisipasi Sekolah (APS) antara laki-laki dan perempuan di Kota Bengkulu periode 2014-2023, dengan menggunakan teori Gender dan Pembangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui analisis data sekunder dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bengkulu. Data APS diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin dan dianalisis untuk melihat tren serta perbedaan partisipasi pendidikan selama periode tersebut. Hasil penelitian menunjukkan kesenjangan signifikan, di mana partisipasi sekolah laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan. Hal ini mengindikasikan adanya faktor struktural dan budaya yang memengaruhi partisipasi pendidikan, seperti norma budaya yang menuntut laki-laki usia 16-18 tahun bekerja, kebijakan pendidikan terbatas pada 9 tahun, dan faktor ekonomi. Penelitian ini merekomendasikan intervensi kebijakan untuk meningkatkan kesadaran laki-laki di Kota Bengkulu tentang pentingnya pendidikan. Dengan mengatasi faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan APS, diharapkan kesetaraan kesempatan pendidikan bagi semua gender dapat tercapai, yang akan berkontribusi pada pembangunan sosial dan ekonomi inklusif di Kota Bengkulu.
Analisis Aktor Terkait Konflik Horizontal Antara Suku Jawa dan Suku Pekal (Studi Kasus Dampak Dari Rencana Pertambangan Batubara PT. X di Desa Suka Maju Kecamatan Marga Sakti Sebelat Bengkulu Utara) Nadio Putra Hariansyah; Heni Nopianti; Syaifullah
JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Oktober - November 2024)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v5i6.3027

Abstract

Latar belakang penelitian didasarkan pada persoalan konflik horizontal antara suku Pekal dan Jawa dari hadirnya rancangan pertambangan batu bara PT. X yang ingin menambang di dusun Air Kuro Desa Suka Maju. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi potensi konflik kepentingan dan solusi yang memihak pada keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial. Teori yang digunakan pada penelitian ini teori konflik dari Dahrendorf dalam konteks konflik antar Suku Jawa dan Suku Pekal. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Wawancara tidak terstruktur dan observasi non-partisipan, teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling serta dokumentasi. Hasil penelitian didasarkan pada konflik kepentingan bagi pihak yang pro atau setuju bahwa tambang tersebut beroperasi. Karena mereka mendapat dampak positif seperti peluang kerja, peningkatan pendapatan, dan pembangunan infrastruktur sebagai keuntungan langsung dari operasi tambang. Sementara itu, kelompok yang kontra cenderung khawatir tentang kerusakan lingkungan, dan potensi kehilangan tempat tinggal dan lahan pertanian yang menjadi sumber mata pencaharian mereka. Disimpulkan bahwa terjadinya konflik horizontal antara Suku Jawa dan Suku Pekal karena perbedaan kepentingan antara yang pro dan kontra terhadap rencana pertambangan batu bara oleh PT X.
Pola Konsumsi Pangan Keluarga Pemulung di Kota Bengkulu Ika Veronika; Heni Nopianti; Ika Pasca Himawati
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3038

Abstract

Pemulung menggantungkan kehidupannya mencari dan mengumpulkan barang bekas untuk dijual, seringkali tidak menjamin pendapatan yang stabil dan mencukupi pemenuhan pangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pola konsumsi pangan keluarga pemulung di Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan dokumentasi berupa data dari Badan Pusat Statistik kota Bengkulu. Teknik penentuan informan secara purposive sampling yaitu pemulung jalanan yang berada di Kota Bengkulu. Penelitian dianalisis dengan teori konsumerisme oleh Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi keluarga pemulung sangat dipengaruhi oleh Faktor pendapatan. Pendapatan yang rendah secara langsung mempengaruhi daya beli, Pola konsumsi pangan keluarga pemulung memiliki perbedaan antara pemulung usia produktif dengan pemulung lanjut usia, yaitu kemampuan mendapatkan penghasilan dipengaruhi oleh kemampuan fisik, pendapatan pemulung lanjut usia cenderung lebih sedikit dan tidak stabil. Keluarga pemulung memiliki pola konsumsi pangan yang sederhana terutama pada pemulung usia lanjut. Pola konsumsi pangan pemulung memiliki arti yang sesuai dengan atribut mereka di masyarakat yang tergolong masyarakat miskin dan dibuktikan dalam pemenuhan pangan serta jumlah pangan yang dibeli. Makanan yang dibeli tidak berdasarkan keinginannya tetapi pada kebutuhan serta fungsi yang diharapkan. Pemulung sangat mempertimbangkan pengeluaran mengingat agar dapat mencukupi kebutuhan keluarga terutama konsumsi pangan.
Upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam dalam Mempertahankan Kawasan Konservasi di Danau Dendam Tak Sudah Vieri Febrianto; Heni Nopianti; Diyas Widiyarti
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Februari - Maret 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i2.3658

Abstract

Hutan yang ditetapkan sebagai cagar alam (kadang-kadang disebut sebagai cagar satwa liar atau cagar alam) dan taman yang diperuntukkan bagi pecinta lingkungan diawasi oleh Pusat Konservasi Sumber Daya Alam. Penelitian ini menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons untuk memeriksa inisiatif pemeliharaan kawasan konservasi yang dilakukan oleh organisasi konservasi sumber daya alam. Studi ini menerapkan jenis penelitian deskriptif dengan metodologi kualitatif. Wawancara dan observasi non-partisipan adalah metode yang digunakan untuk mengumpulkan data. Menurut temuan studi ini, pusat konservasi sumber daya alam tidak lagi memfokuskan diri pada kawasan konservasi Danau Pembalasan di dalam kota Bengkulu. Ini termasuk kegiatan seperti menetapkan standar dan nilai untuk daerah tersebut, melakukan patroli untuk memastikan keamanan, dan melindungi flora dan fauna kawasan tersebut. Berdasarkan dokumen berikut: Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan P.76/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2020 mengenai Organisasi dan Prosedur Kerja Pusat Konservasi Sumber Daya Alam, studi ini menemukan bahwa Pusat Konservasi Sumber Daya Alam menunjukkan komitmen yang kuat dengan melibatkan semua elemen pemerintah dan masyarakat lokal, dan memiliki wewenang penuh atas kawasan konservasi.