Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pola Konsumsi Pangan Keluarga Pemulung di Kota Bengkulu Ika Veronika; Heni Nopianti; Ika Pasca Himawati
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3038

Abstract

Pemulung menggantungkan kehidupannya mencari dan mengumpulkan barang bekas untuk dijual, seringkali tidak menjamin pendapatan yang stabil dan mencukupi pemenuhan pangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji bagaimana pola konsumsi pangan keluarga pemulung di Kota Bengkulu. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara semi terstruktur dan dokumentasi berupa data dari Badan Pusat Statistik kota Bengkulu. Teknik penentuan informan secara purposive sampling yaitu pemulung jalanan yang berada di Kota Bengkulu. Penelitian dianalisis dengan teori konsumerisme oleh Jean Baudrillard. Hasil penelitian menunjukkan konsumsi keluarga pemulung sangat dipengaruhi oleh Faktor pendapatan. Pendapatan yang rendah secara langsung mempengaruhi daya beli, Pola konsumsi pangan keluarga pemulung memiliki perbedaan antara pemulung usia produktif dengan pemulung lanjut usia, yaitu kemampuan mendapatkan penghasilan dipengaruhi oleh kemampuan fisik, pendapatan pemulung lanjut usia cenderung lebih sedikit dan tidak stabil. Keluarga pemulung memiliki pola konsumsi pangan yang sederhana terutama pada pemulung usia lanjut. Pola konsumsi pangan pemulung memiliki arti yang sesuai dengan atribut mereka di masyarakat yang tergolong masyarakat miskin dan dibuktikan dalam pemenuhan pangan serta jumlah pangan yang dibeli. Makanan yang dibeli tidak berdasarkan keinginannya tetapi pada kebutuhan serta fungsi yang diharapkan. Pemulung sangat mempertimbangkan pengeluaran mengingat agar dapat mencukupi kebutuhan keluarga terutama konsumsi pangan.
Kesadaran Sosial Anggota PKK pada Pemenuhan Gizi Anak di Kelurahan Malabero Dwi Listriyani; Heni Nopianti; Ika Pasca Himawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25168

Abstract

ABSTRAK Kesadaran sosial dipahami sebagai pemahaman, kepedulian, dan tanggung jawab orang tua dalam memenuhi gizi seimbang bagi pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran sosial anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) terhadap pemenuhan gizi anak di Kelurahan Malabero. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan focus grup discussion dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan teori kontruksi sosial Berger dan Luckmann. Data di olah melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran sosial orang tua beragam. Dari segi pemahaman, sebagian masih berpegang pada konsep Empat Sehat Lima Sempurna, sementara lainnya sudah memahami pedoman gizi seimbang. Dari segi sikap, ada yang peduli menyediakan makanan bergizi meski sederhana, namun ada juga yang permisif terhadap makanan instan. Dari segi praktik, sebagian keluarga menerapkan pola makan sehat, sedangkan lainnya hanya berfokus pada rasa kenyang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pendidikan.PKK berperan penting sebagai wadah pertukaran informasi dan pembentukan empati sosial. Berdasarkan Teori Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann, kesadaran gizi terbentuk melalui proses pertama, proses eksternalisasi, dimana individu melihat kenyataan sosial, lalu akan memahami sesuai dengan subjektif dirinya, kedua, proses objektivasi adalah interaksi dalam dunia intersubjektif yang di lembagakan atau mengalami proses intitusionalisasi. dan ketiga, proses internalisasi, dimana individu memiliki suatu pemahaman atau penafsiran secara langsung atas peristiwa objektiv sebagai pengungkapan makna. Dengan demikian, kesadaran sosial orang tua terhadap gizi anak merupakan hasil konstruksi sosial yang terus berkembang seiring meningkatnya pengetahuan dan partisipasi dalam kegiatan PKK Kata Kunci: Anak, Gizi, Interaksi Sosial, Kesadaran Sosial, Orang Tua, PKK, Malabero.  ABSTRACT Social awareness is understood as the knowledge, concern, and responsibility of parents in fulfilling balanced nutrition for their children’s growth. This study aims to analyze the social awareness of PKK (Family Welfare Empowerment) members regarding the fulfillment of children's nutrition in Malabero Village. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observation, documentation, and focus group discussions using purposive sampling. Data were analyzed using Berger and Luckmann’s theory of social construction. The analysis process consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that parents’ level of social awareness varies. In terms of understanding, some parents still rely on the traditional concept of “Four Healthy Five Perfect,” while others have adopted the balanced nutrition guideline. In terms of attitudes, some parents show concern by providing nutritious meals even with limited resources, while others are more permissive toward instant or processed foods. In practice, some families implement healthy eating patterns, while others prioritize fullness over nutritional quality. These differences are influenced by economic conditions and educational background. PKK plays a significant role as a forum for exchanging information and fostering social empathy. Based on Berger and Luckmann’s Social Construction Theory, nutritional awareness is shaped through three processes. First, externalization, where individuals express their understanding of social reality based on subjective interpretation. Second, objectivation, where shared interactions in the intersubjective world become institutionalized or routinized. Third, internalization, where individuals adopt and interpret objective realities as personal meaning. Thus, parents’ social awareness of children’s nutrition is a socially constructed reality that continues to develop alongside increasing knowledge and participation in PKK activities. Keywords: Children, Nutrition, Social Interaction, Social Awareness, Parents, PKK, Malabero.