Yoshinta Putri Ariyanti
Universitas Negeri Surabaya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Manajemen Keuangan Sekolah dalam Pemenuhan Sarana dan Prasarana Pendidikan (Studi kasus di SMA 21 Surabaya, Surabaya) Yoshinta Putri Ariyanti
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 4 No 1: Juni (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Implementasi Manajemen Keuangan Sekolah dalam Pemenuhan Sarana dan Prasarana Pendidikan di SMA Negeri 21 Surabaya yang terfokus pada perencanaan dan pelaksanaan manajemen keuangan sekolah dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di SMA Negeri 21 Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan interview, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses perencanaan dan pelaksanaan keuangan dalam pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan di SMA Negeri 21 Surabaya sudah dilakukan dengan optimal dibuktikan dengan ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan sesuai dengan ketentuan mengenai standar sarana dan prasarana sekolah menengah. Pengelolaan keuangan dilakukan dengan menggunakan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik.
Peran Ekonomi Orang Tua dalam Pendidikan Anak (Studi Kasus di SDN Lidah Wetan II Surabaya) Yoshinta Putri Ariyanti
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 4 No 1: Juni (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran ekonomi orang tua dalam pendidikan anak memiliki dampak yang signifikan. Status ekonomi yang tinggi memberikan akses yang lebih baik ke fasilitas pendidikan berkualitas, bahan ajar, dan dukungan tambahan seperti tutor pribadi. Orang tua dengan status ekonomi rendah cenderung menghadapi keterbatasan dalam hal akses ke fasilitas pendidikan yang baik dan sumber daya pendukung. Ketersediaan waktu dan perhatian juga dipengaruhi oleh status ekonomi, dengan orang tua yang memiliki lebih banyak waktu dapat memberikan dukungan yang lebih besar pada pendidikan anak. Lingkungan sosial juga berperan, dengan anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah mungkin terpapar pada faktor yang dapat mengganggu pendidikan mereka. Meskipun demikian, penting untuk diingat bahwa faktor-faktor lain seperti dukungan keluarga, motivasi, dan kesempatan yang adil juga berpengaruh dalam pencapaian pendidikan anak. Mendorong kesetaraan pendidikan dan adopsi kebijakan yang memperhatikan anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah dapat membantu mengurangi kesenjangan pendidikan. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan interview, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa status sosial ekonomi orang tua memiliki peranan penting dalam pendidikan anak.
Evaluasi Kebijakan kurikulum Merdeka Yoshinta Putri Ariyanti; Mufarrihul Hazin; Supriyanto
Almufi Journal of Measurement, Assessment, and Evaluation Education Vol 4 No 1: Juni (2024)
Publisher : Yayasan Almubarak Fil Ilmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurikulum Merdeka adalah sebuah kebijakan pendidikan yang bertujuan untuk memberikan kebebasan kepada sekolah dalam menyusun kurikulum sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik. Evaluasi kebijakan kurikulum Merdeka sangat penting untuk mengevaluasi efektivitas, keberlanjutan, dan dampak dari implementasi kebijakan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kebijakan Kurikulum Merdeka menggunakan model evaluasi CIPP yang terfokus pada konteks, masukan, proses, dan produk. Penulis mengumpulkan berbagai salinan dokumen kebijakan dan kajian penelitian yang terkait dengan kebijakan kurikulum merdeka. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kebijakan kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas kepada sekolah dalam menyusun kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Hal ini dapat meningkatkan relevansi dan keterkaitan materi pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari peserta didik, sehingga memfasilitasi pemahaman yang lebih baik.  Evaluasi kebijakan kurikulum Merdeka menunjukkan potensi yang positif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan partisipasi peserta didik. Namun, tantangan implementasi dan perlunya perbaikan masih perlu diperhatikan agar kebijakan ini dapat memberikan manfaat maksimal bagi pendidikan di Indonesia.