Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DAN INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI TERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS 4 SDN MAUMARU DALAM MATERI PERBANDINGAN DAN PENGURUTAN PECAHAN Melkianus Domu Pedi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran interaktif yang inovatif berbasis inkuiri terstruktur untuk meningkatkan hasil belajar dalam membandingkan dan mengurutkan pecahan untuk siswa kelas 4 di SDN Maumaru. Model pembelajaran ini dirancang dengan mengintegrasikan kearifandan budaya lokal, termasuk tradisi berbagi pada acara-acara besar dan penggunaan produk lokal (pepaya,Ubi Kayu, Labu Lilin,dan pisang) sebagai sarana pembelajaran. Prosedur penelitian melibatkan pengelompokan siswa berdasarkan gaya belajar mereka (auditori, visual, dan kinestetik) dan kemampuan awal yang diidentifikasi dalam asesmen awal. Sebanyak 22 siswa,12 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan,dibagi menjadi 5 kelompok yang seimbang. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa 9 siswa berada dalam kategori belum berkembang, 9 siswa mulai berkembangdan 4 siswa sudah berkembang. Pelajaran dilaksanakan dalam 6 JP (35 menit/JP) dan media pembelajaran seperti video dan alat peraga dengan bahan lokal disediakan. Guru juga menggunakan layer in-focus untuk mendukung penjelasan konsep pecahan dan membantu penyelesaian lembar kerja peserta didik (LKPD). Setelah pelaksanaan penelitian, penilaian formatif dan sumatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa.Hasil penilaian akhir menunjukkan bahwa hanya satu siswa yang masih berada dalam kategori kurang berkembang dalam memahami konsep membandingkan dan mengurutkan pecahan,dua siswa mulai berkembang, dan 19 siswa menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran interaktif yang inovatif berdasarkan inkuiri terstruktur dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Sebagai tindak lanjut, model ini dapat diterapkan secara lebih luas dengan berbagai materi lain yang diadaptasi dari media lokal untuk mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.
The Influence of the Principal's Leadership Style and Teachers' Readiness on the Level of Implementation of P5 in Elementary Schools in Paberiwai District Melkianus Domu Pedi; Riandi Marisa; Sarah Fazilla
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Vol. 10, No. 3, July - September 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i3.6282

Abstract

This study aims to analyze the influence of principal leadership style and teacher readiness on the implementation level of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5) in elementary schools throughout Paberiwai District, East Sumba Regency. The study employed a quantitative approach with a survey method. The study population was all elementary school teachers in Paberiwai District, with a sample size of 40 respondents determined through total sampling. Data collection was conducted using a questionnaire that had undergone validity and reliability testing. The data were analyzed using multiple linear regression analysis with the help of SPSS, along with classical assumption tests, t-tests, and F-tests.The results showed that principal leadership style had no significant effect on P5 implementation. Conversely, teacher readiness had a positive and significant partial effect on P5 implementation, with a standardized regression coefficient (β) of 0.441 and a significance level of 0.022 (<0.05), indicating that teacher readiness contributed 19.45% to the variation in P5 implementation. Simultaneously, the principal's leadership style and teacher readiness significantly influenced the implementation of P5, with an R-square value of 0.600. This indicates that the two variables together explain 60.0% of the variation in P5 implementation, while the remainder is influenced by factors outside the research model. Based on these findings, it can be concluded that teacher readiness is a key factor in the successful implementation of P5 in elementary schools throughout Paberiwai District. The role of the principal's leadership style needs to be strengthened to achieve a more tangible impact. This research provides important implications for education management in the 3T (Underdeveloped, 3T) regions, particularly in formulating policies to increase teacher capacity and strengthen school leadership to support the success of the Independent Curriculum through the implementation of P5.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF DAN INTERAKTIF BERBASIS INKUIRI TERSTRUKTUR TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS 4 SDN MAUMARU DALAM MATERI PERBANDINGAN DAN PENGURUTAN PECAHAN Melkianus Domu Pedi
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 4 No. 12 (2024): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v4i12.2323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengimplementasikan model pembelajaran interaktif yang inovatif berbasis inkuiri terstruktur untuk meningkatkan hasil belajar dalam membandingkan dan mengurutkan pecahan untuk siswa kelas 4 di SDN Maumaru. Model pembelajaran ini dirancang dengan mengintegrasikan kearifandan budaya lokal, termasuk tradisi berbagi pada acara-acara besar dan penggunaan produk lokal (pepaya,Ubi Kayu, Labu Lilin,dan pisang) sebagai sarana pembelajaran. Prosedur penelitian melibatkan pengelompokan siswa berdasarkan gaya belajar mereka (auditori, visual, dan kinestetik) dan kemampuan awal yang diidentifikasi dalam asesmen awal. Sebanyak 22 siswa,12 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan,dibagi menjadi 5 kelompok yang seimbang. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa 9 siswa berada dalam kategori belum berkembang, 9 siswa mulai berkembangdan 4 siswa sudah berkembang. Pelajaran dilaksanakan dalam 6 JP (35 menit/JP) dan media pembelajaran seperti video dan alat peraga dengan bahan lokal disediakan. Guru juga menggunakan layer in-focus untuk mendukung penjelasan konsep pecahan dan membantu penyelesaian lembar kerja peserta didik (LKPD). Setelah pelaksanaan penelitian, penilaian formatif dan sumatif menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa.Hasil penilaian akhir menunjukkan bahwa hanya satu siswa yang masih berada dalam kategori kurang berkembang dalam memahami konsep membandingkan dan mengurutkan pecahan,dua siswa mulai berkembang, dan 19 siswa menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran interaktif yang inovatif berdasarkan inkuiri terstruktur dapat secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif. Sebagai tindak lanjut, model ini dapat diterapkan secara lebih luas dengan berbagai materi lain yang diadaptasi dari media lokal untuk mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.