Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS TERAPI AKUPRESUR TITIK ST15 TERHADAP PENINGKATAN VOLUME ASI PADA IBU NIFAS DI PMB EKA SRIWAHYUNI KOTA MEDAN Fatimah Az-Zahra; Yulia Fatma Nasution; Nopita Yanti Sitorus; Desi Handayani Lubis
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i2.4967

Abstract

Produksi ASI yang kurang lancar menjadi salah satu kendala dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan volume ASI adalah terapi akupresur pada titik ST15, yang bekerja melalui stimulasi sistem saraf sehingga meningkatkan sekresi hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam produksi dan pengeluaran ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan pendekatan one group pretest-posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di PMB Eka Sriwahyuni Kota Medan dengan jumlah sampel sebanyak 30 ibu nifas yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi berupa terapi akupresur pada titik ST15 dilakukan 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test karena data tidak berdistribusi normal, dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan, sebelum diberikan terapi akupresur, sebagian besar responden memiliki volume ASI kategori cukup (30-60 ml), yaitu sebanyak 24 responden (80,0%), sedangkan 6 responden (20,0%) berada pada kategori kurang (<30 ml). Setelah intervensi, 26 responden (86,7%) berada pada kategori baik (>60 ml) dan 4 responden (13,3%) berada pada kategori cukup (30-60 ml). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan 28 responden (93,3%) mengalami peningkatan volume ASI, 2 responden (6,7%) tidak mengalami perubahan dan tidak terdapat responden yang mengalami penurunan volume ASI. Nilai Z = 5,013 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,000 (p < 0,5) menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara volume ASI sebelum dan sesudah pemberian terapi akupresur. Terapi akupresur titik ST15 efektif meningkatkan volume ASI pada ibu nifas di PMB Eka Sriwahyuni Kota Medan dan dapat direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis dalam pelayanan kebidanan untuk mendukung keberhasilan menyusui.
PENGARUH PRENATAL GENTLE YOGA TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB EKA SRIWAHYUNI MEDAN Nafhani; Maimunah R; Yaumil Fauziah; Yulia Fatma Nasution
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i2.4974

Abstract

Gangguan kualitas tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis, hormonal, dan psikologis selama kehamilan. Data dari World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa prevalensi insomnia pada ibu hamil mencapai 41,8% di seluruh dunia. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan ibu, janin, serta meningkatkan risiko komplikasi kehamilan apabila tidak ditangani dengan baik. Salah satu terapi komplementer yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur adalah prenatal gentle yoga melalui latihan pernapasan, peregangan, dan relaksasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal gentle yoga terhadap kualitas tidur pada ibu hamil trimester III di PMB Eka Sriwahyuni Medan Tahun 2026. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Pre-Experimental dengan pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang mengikuti kelas prenatal gentle yoga di PMB Eka Sriwahyuni Medan. Sampel berjumlah 38 responden ibu hamil trimester III yang dipilih menggunakan teknik Total Sampling, penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni s/d Juli 2026. Prenatal gentle yoga dilakukan 1 kali seminggu dengan durasi 60 menit setiap sesi pertemuan. Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sebelum dan sesudah intervensi. Data dianalisis menggunakan uji Shapiro-Wilk untuk menguji normalitas data dan Paired Sample t-Test untuk menguji pengaruh intervensi dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor PSQI sebelum sebesar 8,84 dan sesudah sebesar 4,76, dan rata-rata selisih skor sebesar 4,132 dengan standar devasi selisih 0,906. Hasil uji Paired Sample T-Test nilai p-value = 0,000 (p<0,05). Dapat disimpulkan bahwa prenatal gentle yoga berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kualitas tidur ibu hamil trimester III di PMB Eka Sriwahyuni Medan Tahun 2026. Disarankan Tenaga Kesehatan mengintegrasikan terapi non-farmakologi kedalam pelayanan antenatal sebagai bentuk asuhan komplementer.
EFEKTIVITAS AROMATERAPI LAVENDER TERHADAP KUALITAS TIDUR WANITA PREMENOPAUSE DIDESA DOLOKPANTIS KECAMATAN SORKAM KABUPATEN TAPANULI TENGAH Eni Angraini Situmeang; Desi Handayani Lubis; Yulia Fatma Nasution; Maimunah. R
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/jmn.v14i2.5012

Abstract

Perubahan hormonal selama fase pramenopause periode tepat sebelum menopause dikaitkan dengan berbagai gejala, salah satunya adalah gangguan tidur atau pola tidur yang tidak teratur. Sebagai alternatif dari obat-obatan farmasi, aromaterapi lavender dapat membantu seseorang untuk lebih rileks dan mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Penelitian mengenai penilaian kualitas tidur pada wanita pramenopause ini dilakukan di Desa Dolokpantis, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah, dengan menggunakan aromaterapi lavender sebagai intervensi yang dipilih. Studi ini menerapkan desain pra-eksperimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Melalui metode pengambilan sampel jenuh (full sampling), sebanyak 35 wanita pramenopause dipilih sebagai populasi sekaligus sampel penelitian. Kualitas tidur sebelum dan sesudah pemberian aromaterapi lavender dibandingkan menggunakan instrumen Insomnia Severity Index. Analisis data dilakukan menggunakan teknik univariat dan bivariat, dilanjutkan dengan Uji Wilcoxon Signed-Rank karena distribusi data tidak normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, 22 partisipan (62,9%) mengalami gangguan tidur tingkat sedang, sementara hanya 5 orang (14,3%) yang mengalami gangguan berat. Sebanyak 30 orang (85,7%) melaporkan efek samping ringan setelah menjalani aromaterapi lavender, sedangkan 5 orang (14,3%) melaporkan efek samping sedang, dan tidak ada satu pun partisipan yang melaporkan efek samping berat. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kualitas tidur sebelum dan sesudah aromaterapi lavender, dengan nilai Z sebesar -5,196 dan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Penelitian di Desa Dolokpantis, Kecamatan Sorkam, Kabupaten Tapanuli Tengah ini menyimpulkan bahwa wanita pramenopause yang menerima aromaterapi lavender memiliki kualitas tidur yang lebih baik. Aromaterapi lavender merupakan pendekatan non-farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur pada wanita pramenopause.
Changes in Motor and Sensory Development Following Complementary Massage Therapy in Children Aged 4–6 Years Yaumil Fauziah; Yulia Safitri; Yulia Fatma Nasution
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12208

Abstract

Preschool age is a critical developmental period in which motor coordination, sensory processing, and adaptive responses become increasingly refined and support learning, independence, play, and participation in daily activities. Appropriate stimulation may strengthen developmental achievement and children’s responses to environmental demands. Complementary massage therapy has been considered a non-pharmacological stimulation that provides tactile, proprioceptive, and relaxation-related input. This study examined changes in motor and sensory development following complementary massage therapy among children aged 4–6 years. A quantitative quasi-experimental one-group pretest-posttest study was conducted at TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) Batangtoru, North Sumatra, Indonesia. Forty preschool children completed all stages of the study. Motor and sensory development were assessed before and after a structured complementary massage intervention using the same outcome measures. Paired-samples t tests were used to compare pretest and posttest scores, while Cohen’s dz was calculated to estimate effect size. The mean motor development score increased from 68.13 (SD = 4.76) to 82.50 (SD = 7.16), with a mean increase of 14.38 points, t(39) = 11.01, p < .001, Cohen’s dz = 1.74. Sensory development increased from 63.13 (SD = 4.03) to 81.13 (SD = 4.46), with a mean increase of 18.00 points, t(39) = 21.06, p < .001, Cohen’s dz = 3.33. These findings indicate statistically significant and large improvements in both outcomes. Complementary massage may serve as supportive developmental stimulation when delivered safely by trained personnel and integrated with age-appropriate educational activities. However, the absence of a control group limits causal interpretation. Future studies should use controlled multisite designs, validated assessment instruments, larger samples, and longer follow-up periods. These approaches are needed to determine whether observed improvements persist over time and represent clinically meaningful benefits for children.