Audrey Faiza Rosa
Universitas Syedza Saintika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR PERILAKU DAN DUKUNGAN TENAGA KESEHATAN DALAM PENERIMAAN TERAPI PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PADA KONTAK SERUMAH Annisa Novita Sary; Fakticia Suhaimi; Finy Marsyah; Oktariyani Dasril; Audrey Faiza Rosa
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 16, No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v16i2.30722

Abstract

Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) merupakan program pengendalian tuberkulosis (TB) yang menjadi salah satu strategi dalam percepatan eliminasi TB 2030. Kontak serumah pasien TB menjadi orang yang berisiko tinggi terinfeksi Tuberkulosis dan menjadi sasaran prioritas TPT. Penemuan kasus TB baru di Provinsi Sumatera Barat tahun 2024 mencapai 56%, jauh dari target nasional sebesar 90%. Dari target capaian sebesar 68% Propinsis Sumatera Barat, sebesar 9% dari total kontak erat yang menerima TPT. Capaian TPT di Kabupaten Solok hanya mencapai 7%. Hal ini menunjukkan adanya hambatan besar dalam upaya pencegahan TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penerimaan terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah. Desain penelitian ini adalah desain cross-sectional study. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juni s/d November 2025 di wilayah kerja Puskesmas Singkarak, Puskesmas Paninggahan dan Puskesmas Muara Panas. Populasi dalam penelitian adalah seluruh kontak serumah pasien TB positif di wilayah kerja Puskesmas tersebut dengan jumlah sampel sebanyak 91 sampel. Hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukan bahwa responden menolak TPT sebesar 92,3%, pengetahuan yang kurang (52,7%%), sikap yang negatif (54,9%), persepsi yang negatif (53,8%), dan tidak mendapatkan dukungan dari tenaga kesehatan (56%). Hasil analisis bivariat diketahui ada hubungan antara tingkat pengetahuan (p value = 0,049), sikap (p value = 0,043), persepsi (p value = 0,046) dan dukungan tenaga kesehatan (p value = 0,041) dengan penerimaan TPT. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan, sikap, persepsi dan dukungan tenaga kesehatan dengan penerimaan terapi pencegahan tuberkulosis pada kontak serumah di Kabupaten Solok. Diharapkan keluarga yang kontak serumah TB dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya TPT pada kontak serumah sehingga menerima TPT.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi terjadinya Low Back Pain pada Petani Karet di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Provincie Jambi Audrey Faiza Rosa
Jurnal Kesehatan Medika Saintika Vol 15, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Stikes Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jkms.v15i2.2877

Abstract

Nyeri punggung bagian bawah atau Low Back Pain (LBP) merupakan rasa nyeri yang muncul pada punggung bagian bawah yang bersumber dari tulang belakang daerah spinal (punggung bawah), otot, saraf, atau struktur lainnya di sekitar daerah tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya Low Back Pain pada petani di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitik yang dilaksanakan di Desa Tanah Periuk, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi pada bulan Juli-Oktober 2024, dengan jumlah sampel total sampel yaitu 47 orang. Data dianalisis menggunakan data univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square untuk melihat hubungan pada masing-masing variabel. Hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar (85,1%) responden memiliki usia yang berisiko, lebih dari separoh (72,3%) responden memiliki masa kerja yang lama, lebih dari separoh (76,6%) responden yang memiliki postur kerja yang berisiko, dan lebih dari separoh (70,2%) responden memiliki ada keluhan low back pain. Hasil analisis bivariat ada hubungan usia dengan low back pain dengan p Value = 0,018 (p<0,05), hubungan masa kerja dengan low back pain dengan p Value = 0, 000 (p<0,05), hubungan postur kerja dengan low back pain dengan p Value = 0, 001 (p<0,05) pada petani karet di Desa Tanah Periuk Tahun 2024. Kesimpulan ada hubungan usia, masa kerja, dan postur kerja dengan low back pain pada petani karet di Desa Tanah Periuk Tahun 2024. Diperlukan program edukasi kesehatan yang berkelanjutan mengenai Low Back Pain, faktor risikonya (usia, masa kerja, postur kerja), dan cara pencegahannya. Program ini dapat melibatkan penyuluhan langsung, demonstrasi peregangan dan latihan fisik yang ergonomis, serta penggunaan media informasi seperti poster atau leaflet.