Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Spiritual Dengan Kesiapan Lansia Dalam Menghadapi Kematian Di Panti Sosial Tresna Werdha Kota Bengkulu Hanifah; Ariyus Popsi Gito
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran hidup dan mati merupakan proses menjalani kehidupan serta kemampuan mengantisipasi masa depan terhadap apapun yang akan terjadi, pada saat yang sama seorang individu harus dapat menciptakan kesadaran dan menghindari rasa takut dan cemas akan kematian . Rasa kehilangan (kematian) merupakan rangkaian kehidupan manusia mewakili ketidaktahuan yang dapat menyebabkan kecemasan, ketakutan dan ketidakpastian bagi banyak orang. Budaya, spiritual, kepercayaan personal dan nilai-nilai seseorang, pengalaman dengan kematian sebelumnya dan tingkat dukungan sosial akan mempengaruhi cara individu mendekati kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan spiritual dengan kesiapan menghadapi kematian di Panti sosial Tresna Werdha (PSTW) Kota Bengkulu. Jenis Penelitian adalah Kuantitatif yang menggunakan pendekatan Survey Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi penelitian adalah semua lansia yang bertempat tinggal di PSTW menggunakan tehnik pengambilan sampel purposive sampling, besar sampel yang diperoleh berjumlah 40 orang. Analisis data menggunakan uji Exact Fisher’s untuk mengetahui keeratan hubungan menggunakan uji contingency coefficient (C). Hasil uji analisis diperoleh nilai p-value 0,022 sehingga dapat disimpulkan ada hubungan spiritual dengan kesiapan lansia dalam menghadapi kematian di PSTW Kota Bengkulu. Diharapkan kepada perawat lansia agar dapat memberikan edukasi tentang spiritual dalam upaya mengatasi kecemasan pada lansia terhadap kematian.
Sosialisasi Peran Orang Tua Terhadap Perkembangan Anak Di Era Digital Wilayah Kerja Lingkar Barat Kheniva Diah Anggita; Oktia, Vanika; Ariyus Popsi Gito
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi digital dan informasi berkembang cepat dan dekat dengan dunia anak. Gadget sudah menjadi ‘mainan’ bagi anak sejak usia masih balita. Kondisi kecanduan anak terhadap gadget dan teknologi yang menyertainya membuat orang tua khawatir terhadap tumbuh kembang anak. Tumbuh kembang anak adalah suatu hal yang wajib diperhatikan oleh orangtuanya. Masalah yang muncul saat ini adalah banyak orangtua yang terlalu sibuk dalam mencari nafkah sehingga mengabaikan tumbuh kembang anaknya. Tim pengabdian masyarakat mengkaji bahwa kurangnya perhatian dan peran orangtua terhadap tumbuh kembang anaknya dapat mengakibatkan gangguan tumbuh kembang anak karena kurangnya pengetahuan orangtua dan stimulasi yang diberikan pada anak. Output yang dihasilkan berupa laporan dan rekomendasi tumbuh kembang masing-masing anak. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan: 1. Memberikan pengetahuan kepada keluarga tentang stimulasi, deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang anak usia 3 tahun sampai 6 tahun secara berkala, 2. Pemberian rekomendasi tumbuh kembang anak berdasarkan hasil skrining. Setelah pelaksanaan program pengabdian masyarakat ini, diharapkan pada orangtua dapat memantau tumbuh kembang anaknya lebih optimal dan dapat mendeteksi dini apabila terjadi tumbuh kembang anak yang tidak sesuai dengan usianya, sehingga dapat di intervensi lebih dini.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN PERAWATAN DIRI ANAK RETARDASI MENTAL elsi rahmadani; Gita Maya Sari; Ariyus Popsi Gito
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 2 (2024): November 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i2.2835

Abstract

Children with mental retardation are children with below average IQ with the inability to carry out daily activities and maintain self-care and need family support. The purpose of this study was to analyze the relationship between family support and self-care independence in children with mental retardation at SLB Negeri in Bengkulu. This study is a type of quantitative correlation research with a cross-sectional analysis design. The sample in this study was 43 respondents from parents of children with mental retardation at SLB Negeri Bengkulu with a purposive sampling technique. Data collection using a questionnaire on family support and self-care independence and data analysis using the Chi-Square test. The results showed that 51.2% of respondents had less family support and (51.2%) had good self-care independence in children with mental retardation at SLB Negeri Bengkulu. The results of the Chi-Square statistical test showed p = 0.022 <0.05. The conclusion is that there is a relationship between family support and self-care independence in children with mental retardation at SLB Negeri Bengkulu. It is hoped that families can provide and improve good support for children with mental retardation by providing informational, emotional, assessment and instrumental support.Key Word : Family Support, Self-Care Independence, Mental Retardation