Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Begasing: Permainan Tradisional yang Mendorong Kreativitas dan Kerjasama Anak Usia Dini Alifia Nur Elga Saputri
Early Childhood Journal Vol. 4 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v4i1.4822

Abstract

Permainan tradisional Begasing, yang dikenal di berbagai daerah di Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur, memiliki potensi besar dalam mendukung perkembangan anak usia dini. Artikel ini mengkaji peran begasing dalam mendorong kreativitas dan kerjasama di kalangan anak-anak. Begasing tidak hanya menyenangkan, tetapi juga efektif dalam meningkatkan kemampuan motorik halus, keterampilan sosial, dan kemampuan berfikir kreatif anak. Selain itu, permainan ini juga memperkuat hubungan antara teman sebaya dan menciptakan rasa saling menghargai. Dengan demikian, begasing dapat dijadikan sebagai alternatif dalam Pendidikan anak usia dini yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada perkembangan karakter dan sosial anak. Artikel ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pendidik dan orang tua mengenai pentingnya melestarikan permainan tradisional khas Kalimantan timur sebagai bagian dari pembelajaran anak.
Teori Perkembangan Psikososial Erik Erikson Khairunnisa Nazwa Kamilla; Alifia Nur Elga Saputri; Dayang Astri Fitriani; Sofie Aulia Az Zahrah; Putri Febiane Andryana; Istighna Ayuningtyas; Indah Salsabila Firdausia
Early Childhood Journal Vol. 3 No. 2 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru PAUD FKIP Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ecj.v3i2.4835

Abstract

Perkembangan psikososial merupakan aspek penting dalam kesejahteraan mental dan emosional pada anak. Proses perkembangan ini melibatkan interaksi antara faktor psikologis dan sosial yang mempengaruhi perkembangan kepribadian dan kemampuan sosial anak (Arini, 2021). Teori Psikososial dikemukakan oleh Erik Erikson, ada 8 tahapan psikososial yaitu: Tahap Percaya vs Ketidakpercayaan (0-18 bulan), Tahap Otonomi vs Rasa Malu (18 bulan-3 tahun), Tahap Inisiatif vs Rasa Bersalah (3-5 tahun), Tahap Ketekunan vs Rasa Rendah Diri (5-12 tahun), Tahap Identitas vs Kebingungan Peran (12-18 tahun), Tahap Keintiman vs Isolasi (18-40 tahun), Tahap Generativitas vs Stagnasi (40-65 tahun), Tahap Kematangan vs Putus Asa (65 tahun ke atas). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam terkait teori psikososial Erik Erikson anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dan mengumpulkan informasi dari dokumen kepustakaan, seperti 12 jurnal yang sudah di teliti. Dengan memperhatikan perkembangan psikososial anak, dapat membantu mereka tumbuh menjadi individu yang kuat secara emosional dan memiliki hubungan yang sehat dengan orang lain. Ini akan berdampak positif pada kesejahteraan mental dan emosional mereka sepanjang hidup.