Akuntabilitas manajemen keuangan merupakan aspek yang sangat penting bagi lembaga pendidikan keagamaan seperti Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), mengingat pengelolaan dana yang transparan dan bertanggung jawab menjadi landasan kepercayaan di kalangan masyarakat, orang tua murid, dan para donatur. Namun, praktik pencatatan keuangan di banyak TPQ masih bersifat sederhana dan belum sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dan mengikis kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akuntabilitas laporan keuangan TPQ Asy-Syarifiyyah Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, dari perspektif akuntansi Islam, yang mencakup format laporan, prosedur pencatatan, penerapan nilai-nilai amanah, shiddiq, tabligh, dan fathanah, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih melalui purposive sampling dan terdiri dari pengurus TPQ, bendahara, serta orang tua. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta validitasnya diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan TPQ Asy-Syarifiyyah masih disusun secara manual dan sederhana, serta belum sesuai dengan standar akuntansi. Nilai-nilai amanah dan shiddiq telah diterapkan secara lugas, namun nilai-nilai tabligh dan fathanah masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan akuntansi para manajer serta pemanfaatan teknologi yang terbatas. Transparansi keuangan juga masih terbatas pada pihak internal, dan belum ada mekanisme audit internal maupun eksternal yang memadai. Temuan-temuan ini menunjukkan perlunya meningkatkan kapasitas para manajer dan menerapkan prosedur operasional standar untuk mencapai akuntabilitas keuangan yang lebih baik sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi syariah.