Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Akuntabilitas Laporan Keuangan pada TPQ dalam Perspektif Akuntansi Syariah (Studi Kasus TPQ Asy-Syarifiyyah Karanganyar, Kecamatan Kedungabnteng, Kabupaten Tegal) Dzakia Ika Nurdita; Nurul Wulandari Putri
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12427

Abstract

Akuntabilitas manajemen keuangan merupakan aspek yang sangat penting bagi lembaga pendidikan keagamaan seperti Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), mengingat pengelolaan dana yang transparan dan bertanggung jawab menjadi landasan kepercayaan di kalangan masyarakat, orang tua murid, dan para donatur. Namun, praktik pencatatan keuangan di banyak TPQ masih bersifat sederhana dan belum sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan dan mengikis kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji akuntabilitas laporan keuangan TPQ Asy-Syarifiyyah Karanganyar, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, dari perspektif akuntansi Islam, yang mencakup format laporan, prosedur pencatatan, penerapan nilai-nilai amanah, shiddiq, tabligh, dan fathanah, serta tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih melalui purposive sampling dan terdiri dari pengurus TPQ, bendahara, serta orang tua. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta validitasnya diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa laporan keuangan TPQ Asy-Syarifiyyah masih disusun secara manual dan sederhana, serta belum sesuai dengan standar akuntansi. Nilai-nilai amanah dan shiddiq telah diterapkan secara lugas, namun nilai-nilai tabligh dan fathanah masih terbatas akibat kurangnya pengetahuan akuntansi para manajer serta pemanfaatan teknologi yang terbatas. Transparansi keuangan juga masih terbatas pada pihak internal, dan belum ada mekanisme audit internal maupun eksternal yang memadai. Temuan-temuan ini menunjukkan perlunya meningkatkan kapasitas para manajer dan menerapkan prosedur operasional standar untuk mencapai akuntabilitas keuangan yang lebih baik sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi syariah.
Pengelolaan Keuangan UMKM Angkringan Abah Yai 4606 Kab. Tegal dalam Perspektif Akuntansi Syariah Restu Khulaifi; Nurul Wulandari Putri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12532

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik pengelolaan keuangan Angkringan Abah Yai 4606, sebuah UMKM kuliner berskala mikro di Slawi, Kabupaten Tegal, ditinjau dari prinsip-prinsip akuntansi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu pemilik usaha yang sekaligus berperan sebagai pengelola. Analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan validitas data dipastikan melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Angkringan Abah Yai 4606 telah melakukan upaya awal dalam pengelolaan keuangan dengan menggunakan aplikasi M-Kasir untuk pencatatan transaksi harian, yang mencerminkan adanya kesadaran akan transparansi (shiddiq) dan amanah. Namun, masih terdapat beberapa kelemahan, yaitu pencatatan yang belum konsisten, tidak adanya pemisahan yang jelas antara keuangan pribadi dan usaha, ketiadaan rekening bank khusus usaha, serta terbatasnya pemahaman mengenai akuntansi syariah. Praktik utang dan piutang telah mencerminkan prinsip ta'awun (tolong-menolong), meskipun dokumentasinya masih sederhana. Kendala-kendala tersebut menghambat pengukuran kinerja usaha secara objektif dan perhitungan zakat secara akurat.