Kemajuan revolusi industri 4.0 telah mendorong peningkatan daya saing di berbagai bidang, termasuk kesehatan. Layanan kesehatan berkualitas tinggi bergantung pada kolaborasi yang efektif di antara berbagai profesional kesehatan, khususnya antara dokter dan perawat. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang optimal dan holistik. Di negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa, perawat memiliki otonomi tinggi dan dihargai sebagai mitra setara dalam sistem kesehatan. Namun, di Indonesia, stigma perawat sebagai sekadar pembantu dokter masih kuat, menghambat pengakuan dan kontribusi mereka dalam tim kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kolaboratif perawat profesional dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mencegah perawat dipandang sekadar sebagai pembantu dokter. Penelitian ini berusaha memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika kolaborasi antara perawat dan dokter serta upaya untuk memperkuat identitas profesional perawat di Indonesia. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan menggunakan empat basis data utama: PubMed, CINAHL, Cochrane Library, dan Scopus. Artikel yang dipilih diharapkan memberikan wawasan komprehensif tentang peran kolaboratif perawat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kolaborasi antara perawat dan dokter meningkatkan hasil klinis, mencegah kesalahan medis, dan menyediakan layanan kesehatan yang lebih holistik. Di negara maju, perawat memainkan peran proaktif dan otonom dalam tim kesehatan, berlawanan dengan situasi di Indonesia, di mana perawat masih sering dipandang sebagai pembantu dokter. Faktor-faktor seperti pendidikan, pelatihan, dan kebijakan yang mendukung kolaborasi antarprofesional sangat penting dalam memperkuat peran perawat.