Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AUTHORITY OF MIXING STERILE AVAILABILITY BY NURSES IN HOSPITAL CASE STUDY IN HOSPITAL OF BADAN PENGUSAHAAN BATAM Martini Heniastaty Patuwondatu; Ede Surya Darmawan; Yaslis Ilyas
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 3, No 2 (2021): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v3i2.10759

Abstract

In giving injection drugs to patients, the dispensing of sterile preparations is carried out by nurses in rooms with limited facilities and infrastructure. Dispensing of sterile preparations must be carried out by pharmacists in health care facilities. The purpose of this study was to examine the authority of nurses in dispensing sterile preparations in hospitals. This study uses a qualitative descriptive approach with a case study method, the research location is at the Batam Business Administration Hospital. The results of the study there are no rules that state nurses in hospitals are given the authority to dispensing sterile preparations. The dispensing service for sterile preparations at the Batam Management Agency Hospital has not been carried out by pharmacists but is carried out by nurses. This condition will affect the quality of service in the hospital. Recommendation: Implementing the rules for dispensing sterile preparations by pharmacists, hospitals need to make clear the division of tasks between nurses and pharmacists. Keywords: Authority, Nurse, Hospital, Dispensing Sterile Preparations 
PERAN KOLABORATIF PERAWAT PROFESIONAL DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN: MENCEGAH STIGMA PERAWAT SEKEDAR PEMBANTU DOKTER Vindy Villien Lesnussa; Yaslis Ilyas
Journal of Scientech Research and Development Vol 6 No 2 (2024): JSRD, December 2024
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jsrd.v6i2.573

Abstract

Kemajuan revolusi industri 4.0 telah mendorong peningkatan daya saing di berbagai bidang, termasuk kesehatan. Layanan kesehatan berkualitas tinggi bergantung pada kolaborasi yang efektif di antara berbagai profesional kesehatan, khususnya antara dokter dan perawat. Kolaborasi ini penting untuk memastikan bahwa pasien menerima perawatan yang optimal dan holistik. Di negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Eropa, perawat memiliki otonomi tinggi dan dihargai sebagai mitra setara dalam sistem kesehatan. Namun, di Indonesia, stigma perawat sebagai sekadar pembantu dokter masih kuat, menghambat pengakuan dan kontribusi mereka dalam tim kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kolaboratif perawat profesional dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan mencegah perawat dipandang sekadar sebagai pembantu dokter. Penelitian ini berusaha memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika kolaborasi antara perawat dan dokter serta upaya untuk memperkuat identitas profesional perawat di Indonesia. Tinjauan literatur sistematis dilakukan dengan menggunakan empat basis data utama: PubMed, CINAHL, Cochrane Library, dan Scopus. Artikel yang dipilih diharapkan memberikan wawasan komprehensif tentang peran kolaboratif perawat dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Kolaborasi antara perawat dan dokter meningkatkan hasil klinis, mencegah kesalahan medis, dan menyediakan layanan kesehatan yang lebih holistik. Di negara maju, perawat memainkan peran proaktif dan otonom dalam tim kesehatan, berlawanan dengan situasi di Indonesia, di mana perawat masih sering dipandang sebagai pembantu dokter. Faktor-faktor seperti pendidikan, pelatihan, dan kebijakan yang mendukung kolaborasi antarprofesional sangat penting dalam memperkuat peran perawat.