Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Anticipatory Guidance Pada Anak Usia Toddler Melalui Bimbingan Orang Tua Di Puskesmas Andalas Rischa Hamdanesti; Febby Irianti Deski
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 12 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v3i12.1525

Abstract

Anak usia toddler (12-36 bulan) sedang berada pada fase eksplorasi intens terhadap lingkungan, dengan kemampuan berjalan, berlari, melompat, dan menaiki tangga, namun belum memahami potensi bahaya. Orang tua memegang peran penting dalam mengawasi dan memberikan bimbingan. Ketidaktahuan orang tua dapat menyebabkan pengasuhan yang kurang tepat, berisiko trauma, serta memengaruhi tumbuh kembang anak (Susilawati, 2013). Data Riskesdas (2018) menunjukkan cedera di Indonesia meningkat dari 8,2% (2013) menjadi 9,2%, dengan cedera rumah tangga sebagai lokasi terbanyak (44,7%). Studi awal di Puskesmas Andalas Februari 2024 menemukan istilah anticipatory guidance belum dikenal. Edukasi ini bertujuan membekali orang tua dalam menerapkannya pada anak toddler.
Pengaruh Latihan Senam Ergonomis Terhadap Kadar Glukosa Darah Lansia Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang Febby Irianti Deski
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus tipe 2 adalah kondisi kadar insulin tinggi dalam tubuh dikarenakan kecacatan dalam produksi insulin, resistensi terhadap insulin atau berkurangnya sensitivitas sel dan jaringan tubuh terhadap insulin sehingga kadar glukosa darah tinggi. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yaitu latihan senam ergonomis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh latihan senam ergonomis terhadap kadar glukosa darah lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah. Desain penelitian pre eksperiment dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 13 responden dengan teknik sampel yaitu purposive sampling. Pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t-test dependent. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar glukosa darah lansia sebelum dilakukan intervensi adalah 230,15 dan rata-rata kadar glukosa darah lansia sesudah dilakukan intevensi adalah 213,15. Terdapat perbedaan antara kadar glukosa darah lansia sebelum dan sesudah dilakukan intervensi latihan senam ergonomis dengan p value=0,000 (P<0,05), berarti terdapat pengaruh latihan senam ergonomis terhadap kadar glukosa darah lansia penderita diabetes mellitus tipe 2 di Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah. Disarankan bagi pelayanan keperawatan untuk menjadikan intervensi latihan senam ergonomis sebagai salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis dalam menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus tipe 2.