Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Peningkatan Aktualisasi Nilai - Nilai Pancasila pada Generasi Muda Melalui Proyek Dialektika Pancasila Endang Prihatin; Encep Syarief Nurdin; Yadi Ruyadi; Tri Suhartati; An Nisaa Atila Thabrani
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3287

Abstract

Generasi muda sebagai pilar masa depan suatu bangsa menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang mempengaruhi perkembangan karakter mereka di era global dan digital. Generasi muda saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pendidikan, lingkungan sosial, teknologi, dan pengaruh orang tua dalam membentuk motivasi dan niat mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran. Penelitian yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu atau serangkaian penelitian dikenal dengan metode campuran. Uji coba yang dilakukan di Kota Tangerang menunjukkan bahwa model ini dapat diimplementasikan secara efektif, dengan beberapa perbaikan dan penyesuaian yang terus dilakukan untuk memastikan tercapainya tujuan pembelajaran. Kesimpulannya, model proyek Dialektika Pancasila memiliki potensi yang besar dalam membentuk karakter generasi muda yang dibangun di atas prinsip-prinsip Pancasila.
Strategi Pembentukan Karakter Disiplin Anak Usia Dini di Banjarmasin Faqihatuddiniyah; Encep Syarief Nurdin; Naniek Mariani; Aceng Kosasih
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3900

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bamainan masyarakat Banjar melakukan penanaman karakter disiplin dengan menamakan pembentukan, hasil dari temuan penelitian tentang proses penanaman karakter disiplin anak usia dini melalui metode pembiasaan adalah: (1) guru membiasakan anak untuk datang tepat waktu; (2) guru membiasakan anak untuk mengembalikan barang ke tempat semula; (3) guru membiasakan anak untuk membereskan mainan setelah bermain di dalam kelas; (4) guru membiasakan anak untuk bersabar dan tertib dalam menunggu giliran mencuci tangan; dan (5) guru membiasakan anak untuk mengantri ketika ingin ke kamar mandi. Pembiasaan yang dilakukan  tidak hanya pembiasaan melalui ucapan atau kata motivasi saja, namun pembiasaan melalui perilaku juga dilakukan di masyarakat Banjar, perilaku yang ditunjukkan oleh anak setelah mendapatkan pembiasaan dari guru yaitu: (1) anak datang tepat waktu, akan tetapi ada beberapa anak yang belum bisa datang tepat waktu, hal ini mengacu pada jumlah anak yang terlambat setiap hari mengalami naik turun; (2) anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya, hal ini ditunjukkan dengan kesadaran anak mengembalikan barang yang telah digunakan pada tempatnya tanpa diminta oleh guru, baik itu mainan ataupun alat tulis; (3) tertib dalam menunggu giliran, hal ini di tunjukkan dengan kesadaran anak berbaris di belakang temanya ketika ingin mencuci tangan tanpa didampingi oleh guru. Faktor pendukung pembentukan karakter disiplin di masyarakat Banjar yaitu adanya contoh dari guru, dan konsistensi yang dilakukan guru. Faktor yang menghambat pembentukan karakter disiplin di masyarakat Banjar yaitu ada beberapa orang tua yang tidak peduli dengan perkembangan anaknya, dan tidak adanya kerja sama antara orang tua dan sekolah, dan kematangan usia anak juga mempengaruhi pembentukan karakter disiplin anak usia dini di masyarakat Banjar.
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Kreativitas Siswa SMK Negeri 15 Bandung dalam Pembelajaran Kewirausahaan Fitri Nurul Fauziah; Encep Syarief Nurdin; Imas Kurniawaty
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.6782

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya tingkat kreativitas siswa dalam pembelajaran kewirausahaan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), yang berimplikasi terhadap kemampuan inovatif dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja. Kondisi tersebut menuntut penerapan model pembelajaran yang dapat menstimulasi keterlibatan aktif, kolaborasi, dan kemandirian belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh Model Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kreativitas siswa dalam pembelajaran kewirausahaan di SMK Negeri 15 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei eksplanatori. Sebanyak 418 siswa menjadi responden yang dipilih melalui teknik sampling proporsional. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model PjBL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kreativitas siswa. Lingkungan belajar kolaboratif, keterlibatan dalam pemecahan masalah nyata, dan refleksi diri selama proyek terbukti memperkuat aspek berpikir divergen dan inovatif. Secara teoretis, penelitian ini memperluas pemahaman tentang mekanisme pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan potensi kreatif siswa vokasional. Secara praktis, hasil penelitian ini memberikan dasar bagi guru dan pembuat kebijakan untuk mengintegrasikan pendekatan PjBL secara sistematis dalam kurikulum kewirausahaan di SMK. Penelitian selanjutnya disarankan untuk meneliti variabel mediasi seperti motivasi intrinsik atau efikasi diri untuk memperdalam model hubungan yang ditemukan.
Analysis of the Academic Ability Test (TKA) Program in Elementary Schools in Rongga District, West Bandung Regency from the Perspective of Government Regulations Via Nurafiati Astuti; Encep Syarief Nurdin; Ganjar Muhammad Ganeswara; Edi Suresman
Dinasti International Journal of Management Science Vol. 7 No. 5 (2026): Dinasti International Journal of Management Science (May - June 2026)
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijms.v7i5.6916

Abstract

The implementation of the Academic Ability Test (TKA) Program in elementary schools is an important part of the national education evaluation policy to ensure the quality of learning and accountability of educational units; however, its implementation at the target elementary school level still faces challenges related to technical readiness, understanding of regulations, availability of facilities, and consistency of implementation according to government guidelines. This study aims to analyze the effectiveness of the TKA Program in Elementary Schools in Rongga District, West Bandung Regency from the perspective of government regulations. The study used a qualitative approach with a multi-site evaluative case study design in 10 target elementary schools in Rongga District, with participants consisting of principals, teachers, operators, and supervisors, through analysis of policy documents, surveys, observations, and interviews. The results of the study indicate that the effectiveness of the TKA implementation is generally in the fairly effective category, characterized by administrative compliance with regulations, implementation of socialization, and institutional support, but still found obstacles in the readiness of digital infrastructure, equal distribution of technical competencies of implementers, and optimization of monitoring and follow-up of evaluation results. The conclusion of this study confirms that the effectiveness of the TKA requires strengthening the integration between regulations, human resource capacity, and support facilities for better quality and sustainable implementation. Originally, this research contributes to the development of an evaluation model for the implementation of basic assessment policies that support SDG 4/Sustainable Development Goals (Quality Education) by strengthening the governance of inclusive, effective, and quality basic education assessments.
The Importance Of Character Education In Instilling Pancasila Values For Millennial Generation Tri Budi Haryoko; Encep Syarief Nurdin; Yadi Ruyadi; Tri Suhartati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 7 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i7.1228

Abstract

Millennial generation as a new generation that emerges as a pioneer of information technology development in the era of 4.0. They are called the millennial generation because they were born at the end of the 20th century (between 1990 and 2001). The millennial generation, living in the millennium era, is heavily influenced by lifestyles shaped by social media as a societal trend in the 21st century. Many potential social vulnerabilities will arise due to cultural and behavioral changes that occur in the millennium era. The widespread use of smartphones, internet access, and social media today enables quick and easy access to information, which has its benefits and advantages, but also impacts by facilitating access to negative content that affects behavior not in line with the culture and noble norms of the Indonesian nation. Character education, as a model of education that strengthens the understanding of Pancasila ideology, is essential in fortifying and equipping the millennial generation. With systematically implemented character education, it is hoped to maintain attitudes and behaviors so that they always preserve the customs, cultural heritage, and noble values of the Indonesian nation in facing the massive technological developments in the current millennium era.
Quantitative Descriptive Analysis of the Potential for Implementing Open and Distance Learning in Senior and Vocational High Schools Mastur; Bunyamin Maftuh; Sarbaini; Encep Syarief Nurdin; Hamsi Mansur
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 27 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v27i3.62617

Abstract

quality gaps despite a Gross Enrollment Rate (GER) of 98.10%. Geographic barriers, economic constraints, and unequal teacher distribution underscore the need for alternative delivery models. This study assessed the potential implementation of Open Schooling and Distance Learning for senior and vocational high schools in South Kalimantan. Using a quantitative descriptive design, data were collected from principal and teacher questionnaires, facility observations at 30 Learning Activity Centers, and document review of GER, Net Enrollment Rate (NER), and the national Education Data System (Dapodik). Descriptive statistics (mean, percentage, and frequency) showed that major barriers were limited digital infrastructure, substandard teacher–student ratios, and weak local regulations. Nevertheless, 77% of teachers supported the open/PJJ model, and most schools demonstrated adequate information and communication technology (ICT) readiness, indicating high feasibility. The novelty of this study lies in combining stakeholder perceptions, school ICT readiness, and learning activity centers conditions to map provincial-level implementation feasibility. The findings provide evidence for provincial policymaking, particularly in developing regulations, strengthening ICT infrastructure, and expanding learning activity centers in remote areas to improve equity, reduce dropout rates, and support high-quality 12-year compulsory education.
Transformation of High School or Vocational School Teacher Competencies in the Era of Society 5.0 Syahlan Mattiro; Mastur; Hamsi Mansur; Bunyamin Maftuh; Encep Syarief Nurdin
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 28 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v28i1.66124

Abstract

The era of Society 5.0 requires education systems to integrate digital technology and artificial intelligence (AI), positioning teachers as key actors in adaptive and innovative learning. This study aims to describe the performance and competencies of senior high school and vocational school teachers in South Kalimantan Province. A descriptive quantitative design was employed involving 279 teachers and 2,280 students from 30 purposively selected schools representing diverse geographical areas. The main variables measured include teachers’ competence in (1) planning learning (formulating objectives, developing teaching materials, selecting methods and media), (2) implementing learning, (3) evaluating learning outcomes, and (4) utilizing ICT-based learning media. Data were collected using structured questionnaires, observations, and documentation, and analyzed through descriptive statistics (percentage, frequency distribution, mean, median, and mode). The findings show that teacher competence is generally in the “adequate” category. Specifically, 39.4% of teachers are categorized as adequate in formulating learning objectives, 38.4% in selecting learning methods and strategies, and 41.2% in aligning methods with students’ cognitive, affective, and psychomotor development. These results indicate that although teachers have met basic competency standards, their ability to integrate digital technology into pedagogy remains suboptimal. Therefore, systematic and continuous efforts such as applied ICT-based training, mentoring, and strategic collaboration with universities and industry are essential to strengthen teachers’ pedagogical and technological competencies in supporting sustainable educational transformation.