Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tantangan dan Peluang Pendidikan Karakter Disiplin di Sekolah Dasar untuk Siswa dari Keluarga Broken Home: Tinjauan Akademik Artikel Via Nurafiati Astuti; Bunyamin Maftuh; Yadi Ruyadi; Ganjar Muhammad Ganeswara; Abih Gumelar
Jurnal Ilmu Multidisiplin Vol. 4 No. 5 (2025): Jurnal Ilmu Multidisplin (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Green Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jim.v4i5.1509

Abstract

Pendidikan karakter disiplin menjadi fondasi penting dalam pembentukan kepribadian siswa sekolah dasar, terutama bagi mereka yang tumbuh dalam lingkungan keluarga broken home yang cenderung kurang memberikan kontrol dan teladan moral. Artikel ini merupakan review sistematis terhadap penelitian-penelitian terindeks SINTA-2 yang membahas pendidikan karakter disiplin pada konteks sekolah dasar selama periode 2018–2025. Penelusuran dilakukan melalui database SINTA, Garuda, dan Google Scholar dengan kata kunci “pendidikan karakter”, “disiplin”, “broken home”, dan “sekolah dasar”. Dari 22 artikel yang teridentifikasi, tujuh artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara tematik. Hasil tinjauan menunjukkan dua tema utama, yaitu (1) tantangan penerapan pendidikan karakter disiplin yang meliputi lemahnya dukungan keluarga, rendahnya stabilitas emosi siswa, dan keterbatasan strategi pedagogis guru, serta (2) peluang penguatan karakter melalui pembelajaran berbasis nilai, keteladanan guru, dan konseling empatik di sekolah. Kajian ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pendidikan karakter yang berkelanjutan bagi siswa dari keluarga broken home. Temuan ini berimplikasi pada perlunya model pendidikan karakter yang lebih kontekstual, adaptif, dan humanistik di tingkat sekolah dasar.
Peningkatan Aktualisasi Nilai - Nilai Pancasila pada Generasi Muda Melalui Proyek Dialektika Pancasila Endang Prihatin; Encep Syarief Nurdin; Yadi Ruyadi; Tri Suhartati; An Nisaa Atila Thabrani
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2024 - Januari 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i1.3287

Abstract

Generasi muda sebagai pilar masa depan suatu bangsa menghadapi berbagai tantangan dan dinamika yang mempengaruhi perkembangan karakter mereka di era global dan digital. Generasi muda saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti pendidikan, lingkungan sosial, teknologi, dan pengaruh orang tua dalam membentuk motivasi dan niat mereka dalam berbagai aspek kehidupan. Penelitian ini menggunakan pendekatan campuran. Penelitian yang menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif dalam satu atau serangkaian penelitian dikenal dengan metode campuran. Uji coba yang dilakukan di Kota Tangerang menunjukkan bahwa model ini dapat diimplementasikan secara efektif, dengan beberapa perbaikan dan penyesuaian yang terus dilakukan untuk memastikan tercapainya tujuan pembelajaran. Kesimpulannya, model proyek Dialektika Pancasila memiliki potensi yang besar dalam membentuk karakter generasi muda yang dibangun di atas prinsip-prinsip Pancasila.
The Importance Of Character Education In Instilling Pancasila Values For Millennial Generation Tri Budi Haryoko; Encep Syarief Nurdin; Yadi Ruyadi; Tri Suhartati
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 4 No. 7 (2024): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v4i7.1228

Abstract

Millennial generation as a new generation that emerges as a pioneer of information technology development in the era of 4.0. They are called the millennial generation because they were born at the end of the 20th century (between 1990 and 2001). The millennial generation, living in the millennium era, is heavily influenced by lifestyles shaped by social media as a societal trend in the 21st century. Many potential social vulnerabilities will arise due to cultural and behavioral changes that occur in the millennium era. The widespread use of smartphones, internet access, and social media today enables quick and easy access to information, which has its benefits and advantages, but also impacts by facilitating access to negative content that affects behavior not in line with the culture and noble norms of the Indonesian nation. Character education, as a model of education that strengthens the understanding of Pancasila ideology, is essential in fortifying and equipping the millennial generation. With systematically implemented character education, it is hoped to maintain attitudes and behaviors so that they always preserve the customs, cultural heritage, and noble values of the Indonesian nation in facing the massive technological developments in the current millennium era.