Yulia Adiningsih
Universitas Muhammadiyah Bogor Raya

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS KETERBACAAN WACANA BUKU AJAR BAHASA INDONESIA SMP MENGGUNAKAN FORMULA FRY Yulia Adiningsih; Nina
Jurnal Lingua Vol. 2 No. 2 (2021): LINGUA JOURNAL
Publisher : Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, STKIP Muhammadiyah Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian buku ajar cukup penting dilaksanakan sebelum buku ajar tersebut digunakan sebagai alat pembelajaran. Karena buku ajar sebagai wahana penunjang dan pelaksanaan kurikulum, juga sebagai sumber informasi penyebar ilmu atau memasyarakatkan ilmu. Untuk melakukan penilaian terhadap buku ajar, terutama mengukur tingkat keterbacaan wacana, tentu saja guru perlu memiliki kompetensi dan performansi yang memadai di bidang tersebut. Dalam kenyataannya terlihat kesan bahwa konsep keterbacaan belum sepenuhnya dipahami oleh sebagian orang, termasuk oleh guru bahasa Indonesia. Masalah utama yang akan diteliti adalah Analisis Keterbacaan Wacana Buku Ajar Bahasa Indonesia SMP Menggunakan Formula Fry. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan Analisis Keterbacaan Wacana Buku Ajar Bahasa Indonesia SMP Menggunakan Formula Fry. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi. Yaitu pengamatan langsung pada data wacana yang akan dijadikan bahan penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah buku ajar yang berupa Buku Sekolah Elektronik (BSE) mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia kelas VII, VIII, dan IX yang diterbitkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2014. Masing-masing diteliti satu buku untuk setiap tingkat. Sampel dalam penelitian ini adalah 9 (sembilan) wacana, diambil tiga wacana setiap tingkat, yaitu di awal, di tengah, dan di akhir buku. Hasil analisis keterbacaan wacana pada wacana kelas VII, menunjukkan bahwa wacana tersebut cocok digunakan untuk siswa kelas 7, Hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan (grafik fry) yang jatuh pada wilayah kelas 7. Hasil analisis keterbacaan wacana pada wacana kelas VIII, menunjukkan bahwa 2 teks yang diteliti yaitu teks 4 dan 5 tidak cocok digunakan untuk siswa kelas 8, dan hanya teks 6 saja yang cocok digunakan untuk kelas 8. Hasil analisis keterbacaan wacana pada wacana kelas IX, menunjukkan bahwa teks cocok digunakan untuk siswa kelas 9.
Model Concept Sentence: Upaya Mengasah Keterampilan Menulis Eksposisi pada Siswa dengan Tingkat Minat yang Beragam Selvia; yulia Adiningsih; Sukardi Muhamad
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Alusi:Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i1.3272

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks eksposisi siswa SMP, ditandai dengan hanya 35% siswa yang mencapai KKM. Rendahnya minat menulis serta penggunaan metode ceramah yang masih dominan menjadi faktor utama permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Concept Sentence dan minat menulis terhadap keterampilan menulis teks eksposisi siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah Puraseda Bogor. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain faktorial 2×2. Sampel penelitian terdiri atas 60 siswa yang dipilih secara acak dari dua kelas. Data dikumpulkan melalui angket minat menulis dan tes menulis teks eksposisi, kemudian dianalisis menggunakan ANOVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh signifikan penggunaan model Concept Sentence terhadap keterampilan menulis teks eksposisi dibandingkan metode ceramah; (2) minat menulis berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis eksposisi; dan (3) terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan minat menulis. Rata-rata skor tertinggi diperoleh pada kelompok siswa dengan minat menulis tinggi yang diajar menggunakan model Concept Sentence. Temuan ini mengimplikasikan bahwa model Concept Sentence efektif digunakan untuk meningkatkan keterampilan menulis, terutama bagi siswa dengan minat tinggi, sekaligus menjadi alternatif strategi pembelajaran bahasa Indonesia yang berpusat pada siswa.
Kalimat Efektif dan Minat Menulis: Kunci Peningkatan Keterampilan Menulis Berita Winda Laelah; Yulia Adiningsih; Triyanto
Alusi: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2025): Alusi:Kajian Bahasa dan Sastra serta Pembelajaran Bahasa Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/alusi.v1i1.3273

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis berita siswa, yang diduga berkaitan dengan penguasaan kalimat efektif serta minat menulis. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara penguasaan kalimat efektif dan minat menulis dengan keterampilan menulis berita pada siswa kelas VIII SMP Taruna Bhakti Cibungbulang Bogor pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Data diperoleh melalui observasi, tes, dan angket, kemudian dianalisis dengan teknik uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terdapat hubungan signifikan antara penguasaan kalimat efektif dan keterampilan menulis berita dengan nilai rhitung 0,544 lebih besar dari rtabel 0,222 pada taraf signifikansi 5% (uji satu arah), sehingga hipotesis alternatif diterima. Kedua, minat menulis juga terbukti memiliki hubungan signifikan dengan keterampilan menulis berita, ditunjukkan oleh rhitung 0,482 yang lebih besar dari rtabel 0,222 pada taraf signifikansi 5% (uji satu arah). Ketiga, penguasaan kalimat efektif dan minat menulis secara simultan berhubungan dengan keterampilan menulis berita, dengan nilai rhitung 0,609 lebih besar dari rtabel 0,263 pada taraf signifikansi 5% (uji dua arah). Temuan ini mengimplikasikan bahwa peningkatan penguasaan kalimat efektif serta penguatan minat menulis perlu menjadi fokus dalam pembelajaran bahasa Indonesia, karena keduanya berkontribusi terhadap keterampilan menulis berita siswa.