Kecemasan akademik pada mahasiswa tingkat akhir merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh interaksi antara faktor individual dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana komunikasi interpersonal antar teman sebaya berperan dalam mereduksi kecemasan mahasiswa selama proses penyusunan skripsi. Fokus utama penelitian terletak pada jenis dukungan sosial yang muncul dalam interaksi tersebut serta dampaknya terhadap kondisi psikologis mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengacu pada kerangka teori dukungan sosial dan komunikasi interpersonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar teman sebaya berfungsi sebagai mekanisme penyangga (buffering) terhadap kecemasan melalui empat bentuk dukungan utama, yaitu emosional, informasional, instrumental, dan penghargaan. Dukungan emosional muncul sebagai bentuk paling dominan dan berperan dalam menurunkan tekanan psikologis melalui proses katarsis. Sementara itu, dukungan informasional membantu mengurangi ketidakpastian kognitif, dan dukungan instrumental serta penghargaan memperkuat motivasi serta keyakinan diri mahasiswa. Namun demikian, efektivitas komunikasi interpersonal sangat bergantung pada kualitas hubungan dan tidak mampu sepenuhnya mengatasi faktor struktural yang menjadi sumber kecemasan. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi teman sebaya merupakan faktor penting dalam pengelolaan kecemasan akademik, meskipun bersifat komplementer terhadap faktor lain.