Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RUU Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi oleh KPK: Perspektif Teori Kepentingan Sosial Rescoe Pound Ramadhani, Noni
Indonesian Journal of Law and Justice Vol. 2 No. 2 (2024): December
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/ijlj.v2i2.3387

Abstract

Korupsi merupakan satu dari beberapa kegiatan menyimpang. Segala hal telah diupayakan untuk menghentikan laju tindak pidana dalam bidang ekonomi ini, salah satu yang mengalami kendala dalam perwujudanya adalah Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset Hasil Tindak Pidana Korupsi yang merupakan instrumen penting dalam upaya pemulihan kerugian negara akibat kejahatan korupsi. Dalam konteks Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai lembaga independen memiliki peran penting dalam pemberantasan korupsi, namun keterbatasan kewenangan perampasan aset tanpa putusan pidana masih menjadi hambatan serius. Artikel ini mengkaji urgensi pengesahan RUU Perampasan Aset oleh KPK dari perspektif Teori Kepentingan Sosial Roscoe Pound. Teori ini menekankan bahwa hukum harus berfungsi sebagai alat sosial yang menjaga keseimbangan antara kepentingan individu dan kepentingan publik, serta berperan dalam memelihara keadilan sosial melalui redistribusi sumber daya secara adil.
The Exploring The Epistemological Basis of Ushul Fiqh (Priority Fiqh By Yusuf Al-Qardawi): English Turmudzi, Khoiru; Ramadhani, Noni; Rusdian, Alvin; Karim, Nauval; Maulida, Kartika; Mukti, Ahsan
Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 2 (2025): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpi.v2i2.1167

Abstract

This article explores the epistemological foundations of Ushul Fiqh, particularly focusing on the concept of Priority Fiqh as articulated by Yusuf Al-Qardawi. In the contemporary context, Muslims face numerous challenges in prioritizing religious obligations and ethical considerations amidst a rapidly changing world. Al-Qardawi's approach emphasizes the need for a systematic framework that aids in discerning the priority of Allah's commandments, thoughts, and charitable actions. Through a qualitative analysis of Al-Qardawi's writings and relevant literature, this study elucidates the methodologies he proposes for addressing the complexities of modern Islamic jurisprudence. The findings highlight the significance of prioritization in Fiqh as a means to navigate moral dilemmas and enhance the application of Islamic principles in daily life. Ultimately, this article contributes to the discourse on Islamic legal theory by advocating for a renewed understanding of Fiqh that is responsive to contemporary needs while remaining rooted in traditional scholarship.