Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Efek Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Mediasi Agency Problem Nabila Qotrunnada; Desi Maola Ayu Saputri
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.7139

Abstract

Topik penelitian ini dipilih karena pentingnya peran Good Corporate Governance untuk pengembangan sebuah perusahaan. Dengan adanya penerapan Good Corporate Governance yang baik dapat membantu perusahaan mengatasi masalah pengelolaan, meningkatkan kinerja, dan meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penerapan Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan dengan mediasi Agency Problem. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif asosiatif dengan sumber data sekunder. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Good Corporate Governance yang diproksikan dengan hasil CGPI, Kepemilikan Manajerial, dan Kepemilikan Institusi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Hasil CGPI tidak berpengaruh signifikan terhadap Agency Problem, Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Agency Problem, Kepemilikan Institusi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Agency Problem, Agency Problem berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan, Agency Problem tidak mampu memediasi CGPI terhadap Kinerja Keuangan, Agency Problem mampu memediasi secara penuh pengaruh Kepemilikan Menejerial terhadap Kinerja Keuangan, Agency Problem mampu memediasi secara penuh pengaruh Kepemilikan Institusi terhadap Kinerja Keuangan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang konsisten di dalam perusahaan dapat membantu mengurangi konflik kepentingan dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan meningkatkan nilai perusahaan dan laba atas investasi pemegang saham.
Efek Penerapan Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Dengan Mediasi Agency Problem Nabila Qotrunnada; Desi Maola Ayu Saputri
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 2: Januari 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i2.7139

Abstract

Topik penelitian ini dipilih karena pentingnya peran Good Corporate Governance untuk pengembangan sebuah perusahaan. Dengan adanya penerapan Good Corporate Governance yang baik dapat membantu perusahaan mengatasi masalah pengelolaan, meningkatkan kinerja, dan meningkatkan nilai perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek penerapan Good Corporate Governance terhadap Kinerja Keuangan dengan mediasi Agency Problem. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif asosiatif dengan sumber data sekunder. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menemukan bahwa Good Corporate Governance yang diproksikan dengan hasil CGPI, Kepemilikan Manajerial, dan Kepemilikan Institusi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Keuangan. Hasil CGPI tidak berpengaruh signifikan terhadap Agency Problem, Kepemilikan Manajerial berpengaruh positif dan signifikan terhadap Agency Problem, Kepemilikan Institusi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Agency Problem, Agency Problem berpengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Keuangan, Agency Problem tidak mampu memediasi CGPI terhadap Kinerja Keuangan, Agency Problem mampu memediasi secara penuh pengaruh Kepemilikan Menejerial terhadap Kinerja Keuangan, Agency Problem mampu memediasi secara penuh pengaruh Kepemilikan Institusi terhadap Kinerja Keuangan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang konsisten di dalam perusahaan dapat membantu mengurangi konflik kepentingan dan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dengan meningkatkan nilai perusahaan dan laba atas investasi pemegang saham.
Pemberdayaan Komunitas UMKM Melalui Pengenalan Dan Sosialisasi Digitalisasi Sistem Perpajakan Coretax Di Kota Tegal Hari Tri Wibowo; Siti Marwati; Mahardian Mustiko Nugroho; Asmannisa Rahmawati; Nabila Qotrunnada; Marcos Lafu Caunan; Hari Tripanto Silitonga; Dian Nala Damayanti; Dina Mariani
Jurnal Masyarakat Madani Indonesia Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Alesha Media Digital

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59025/fpkjd146

Abstract

Implementasi Sistem Administrasi Pajak Inti (Coretax) oleh Direktorat Jenderal Pajak adalah bagian dari upaya digitalisasi sistem perpajakan di Indonesia, yang memerlukan kesiapan dari para wajib pajak, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas UMKM di Kota Tegal dengan memperkenalkan dan mensosialisasikan digitalisasi sistem perpajakan Coretax, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran perpajakan mereka. Metode yang diterapkan adalah Participatory Action Research (PAR), yang melibatkan UMKM secara aktif melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan keberlanjutan program. Kegiatan ini dilaksanakan pada 17 Desember 2025 dalam bentuk sosialisasi dan diskusi interaktif mengenai pentingnya pencatatan usaha serta penggunaan Coretax dalam administrasi perpajakan. Evaluasi menunjukkan bahwa peserta memberikan respons yang sangat positif, dengan rata-rata kepuasan berada pada kategori tinggi, menandakan bahwa kegiatan ini bermanfaat, relevan, dan mudah dipahami. Pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman UMKM tentang digitalisasi perpajakan dan menjadi langkah awal dalam mendorong kepatuhan pajak. Ke depannya, kegiatan ini perlu dilanjutkan dengan pendampingan teknis penggunaan Coretax secara berkelanjutan agar UMKM dapat mengimplementasikan sistem perpajakan digital secara optimal.
Pengaruh Literasi Keuangan, Literasi Digital dan Self-Efficacy terhadap Minat Berwirausaha Gen-Z di Kabupaten Tegal Desi Maola Ayu Saputri; Nabila Qotrunnada
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i2.999

Abstract

Perkembangan teknologi digital Perkembangan teknologi digital telah membuka peluang besar bagi generasi Z untuk terjun ke dunia kewirausahaan, terutama melalui platform digital seperti media sosial dan e-commerce. Namun demikian, masih terdapat kesenjangan dalam hal literasi keuangan, literasi digital, dan self-efficacy yang dapat memengaruhi minat berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, literasi digital, dan self-efficacy terhadap minat berwirausaha generasi Z di Kabupaten Tegal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 100 responden Gen-Z. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji statistik deskriptif, uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, literasi keuangan, literasi digital, dan self-efficacy berpengaruh terhadap minat berwirausaha Gen-Z. Namun secara parsial, hanya literasi digital yang berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha, sedangkan literasi keuangan dan self-efficacy tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan digital merupakan faktor kunci dalam membentuk minat wirausaha di kalangan generasi muda. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah pentingnya peningkatan literasi digital melalui pelatihan dan edukasi terarah. Penelitian ini juga memiliki keterbatasan, yaitu pengumpulan data yang hanya dilakukan secara online. Oleh karena itu, penelitian lanjutan disarankan untuk melibatkan metode pengumpulan data yang lebih variatif, seperti wawancara dan observasi.   The development of digital technology The development of digital technology has opened up great opportunities for Generation Z to enter the world of entrepreneurship, especially through digital platforms such as social media and e-commerce. However, there are still gaps in terms of financial literacy, digital literacy, and self-efficacy that can affect entrepreneurial interest. This study aims to analyze the influence of financial literacy, digital literacy, and self-efficacy on the entrepreneurial interest of Generation Z in Tegal Regency. This study uses a quantitative approach with a purposive sampling technique on 100 Gen-Z respondents. Data collection was carried out through questionnaires and analyzed using descriptive statistical tests, validity tests, reliability, classical assumption tests, and multiple linear regression tests. The results of the study show that simultaneously, financial literacy, digital literacy, and self-efficacy have an effect on Gen-Z's entrepreneurial interest. However, partially, only digital literacy has a significant effect on entrepreneurial interest, while financial literacy and self-efficacy have no significant effect. These findings show that digital capabilities are a key factor in shaping entrepreneurial interest among the younger generation. The practical implication of this study is the importance of improving digital literacy through targeted training and education. This research also has limitations, namely data collection that is only done online. Therefore, follow-up research is recommended to involve more varied methods of data collection, such as interviews and observations  
Pengaruh Risk Aversion, Anchoring Bias, dan Literasi Keuangan Terhadap Keputusan Investasi Emas Asmannisa Rahmawati; Mahardian Mustiko Nugroho; Nabila Qotrunnada
Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Vol. 4 No. 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jam.v4i3.1252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh risk aversion, anchoring bias, dan literasi keuangan terhadap keputusan investasi emas. Penelitian ini mencoba memperluas penelitian dengan menambahkan faktor psikologis (risk aversion dan anchoring bias) selain faktor kognitif (literasi keuangan) untuk mengetahui pengaruhnya terhadap keputusan investasi emas. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan penyebaran kuesioner secara daring kepada 93 responden yang berinvestasi emas. Pemilihan sampel menggunakana metode non probabilitas dengan judgemental sampling, sedangkan analisis data menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel yang di uji yaitu risk aversion, anchoring bias, dan literasi keuangan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi emas. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian empiris mengenai perilaku investor dalam pengambilan keputusan investasi emas, serta memberikan implikasi praktis bagi perancangan edukasi keuangan yang efektif guna meminimalkan bias perilaku dalam investasi.   This study aims to analyze the effect of risk aversion, anchoring bias, and financial literacy on gold investment decisions. This research extends previous studies by incorporating psychological factors (risk aversion and anchoring bias) in addition to cognitive factors (financial literacy) to examine their influence on gold investment decisions. A quantitative approach was employed by distributing online questionnaires to 93 respondents who invest in gold. The sample was selected using a non-probability sampling method with judgmental sampling, while data analysis was conducted using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (PLS-SEM) method. The results indicate that the three variables tested, risk aversion, anchoring bias, and financial literacy, have a positive and significant effect on gold investment decisions. This study contributes to the expansion of empirical evidence on investor behavior in gold investment decision-making. It provides practical implications for the development of effective financial education programs to minimize behavioral biases in investment.