p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Kappa Journal
Alfina Taurida Alaydrus
Program Studi Fisika, FMIPA, Universitas Mataram

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Hubungan Antara Konsentrasi Gas Karbon Dioksida Terhadap Persentase Efek Plasebo di Daerah Sumber Emisi Ni Ketut Anggriani; Arif Budianto; Kasnawi Al Hadi; Alfina Taurida Alaydrus
Kappa Journal Vol 8 No 3 (2024): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v8i3.27851

Abstract

Gas karbon dioksida adalah salah satu jenis emisi udara yang dapat berasal dari berbagai sistem pembakaran. Gas karbon dioksida juga dapat dihasilkan dari hembusan udara sisa pernapasan manusia. Hal yang menarik adalah indikasi hubungan antara perubahan metabolisme tubuh dengan konsentrasi karbon dioksida yang dihembuskan oleh sistem pernapasan manusia. Di sisi lain, terdapat limitasi perkembangan teknologi di bidang pendeteksian konsentrasi gas karbon dioksida di dalam udara pernapasan sebagai biomarker akan keberadaan kondisi psikologi tertentu, seperti pada kasus plasebo (placebo effect). Oleh sebab itu, penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara tingkat atau besar konsentrasi emisi udara jenis CO2 dengan persentase kasus plasebo di masyarakat yang berada di daerah emisi. Penelitian dilakukan terhadap 90 sampel nafas di tiga sumber emisi yang berbeda, yakni E1, E2, dan E3. Kondisi plasebo diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yakni PLS(-), PLS(+)P, dan PLS(+)N dengan kondisi psikologi yang berbeda-beda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengukuran konsentrasi gas karbon dioksida berbasis sensor MG-811 dapat digunakan untuk mengidentifikasi hubungan antara besar konsentrasi emisi terhadap persentase plasebo. Ketiga daerah sumber emisi menghasilkan emisi CO2 dengan konsentrasi yang bervariasi, yaitu berkisar 740 ppm hingga 790 ppm yang jauh lebih tinggi dibandingkan konsentrasi kontrol (< 405 ppm). Sejalan dengan hal ini diperoleh tingkat persentase plasebo yaitu PLS(+)N. Hasil tersebut meyimpulkan bahwa semakin tinggi konsentrasi emisi, maka semakin tinggi persentase kejadian plasebo (PLS(+)N). Semakin rendah tingkat konsentrasi emisi CO2, maka  semakin rendah persentase plasebo di masyarakat yang menjadi sampel.
Pengembangan Kit-PEKAT (Pengukur Konsentrasi Emisi Air-Udara di Area Estuari) Untuk Mengukur Tingkat Konsentrasi Emisi di Daerah Estuari Arif Budianto; Ni Ketut Anggriani; Kasnawi Al Hadi; Alfina Taurida Alaydrus; Mira Andini; Lalu Mokh Reza Anshari
Kappa Journal Vol 9 No 3 (2025): Kappa Journal
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i3.32897

Abstract

Kualitas udara di sekitaran area muara diindikasikan berhubungan dengan kualitas air muara tersebut. Di sisi lain, pengukuran kedua parameter ini belum banyak dilakukan secara simultan. Sejalan dengan latar belakang tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah sistem pengukuran kualitas air dan udara berbasis IoT melalui desain Kit-PEKAT bagi area estuari atau muara di Kabupaten Lombok Barat, NTB. Proses integrasi pengukuran berbasis sensor analog terkalibrasi, penambahan fitur IoT, dan sistem pemantauan yang ringkas dan real-time menjadikan nilai tambah dari sistem ini. Sistem Kit-PEKAT dirancang menggunakan tiga buah sensor, yakni sensor TDS (DF-Robot), sensor gas CO2 (DF-Robot), dan sensor PM2.5 (Winsen). Sensor tersebut dihubungkan ke sebuah mikrokontroller (AT-Mega2560 dan ESP8266) dan server ThingSpeak. Sistem ini dikalibrasi dan diuji, serta diimplementasikan secara langsung di area muara. Hasil pengukuran dan pengujian menunjukkan bahwa akurasi yang dihasilkan oleh ketiga sensor sebesar 96% hingga 99%, dengan tingkat kesalahan relatif <5%. Pengujian statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pembanding dan alat yang dikembangkan (kit-PEKAT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kit-PEKAT dapat digunakan untuk mengalirkan air dan udara secara konsisten, dengan waktu pengisian dan pengosongan sebesar 14,09±0,15 s. Pengujian kualitas udara dan air di lokasi muara menunjukkan terdapat hubungan linear ekstrim antara konsentrasi TDS dalam air dengan kualitas udara. Semakin besar konsentrasi TDS, maka semakin besar pula konsentrasi CO2 dan PM2.5.