Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI BERBANTU MEDIA GAMBAR BERSERI KELAS IV SD NEGERI NGEMPLAKREJO Hilmia Zahara; Prasena Arisyanto; M. Aniq Khairul Basyar
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 9 No. 04 (2023): Volume 09 No. 04 September 2023
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v9i04.1566

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah a) menganalisis proses pelaksanaan pembelajaran menulis karangan narasi berbantu media gambar berseri, dan b) menganalisis kemampuan menulis karangan narasi berbantu media gambar berseri di kelas IV. Metode penelitian yang digunakan merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Ngemplakrejo yang berjumlah 27 siswa. Data pada penelitain ini diperoleh dengan menganalisis hasil karya siswa dalam menulis karangan narasi berbantu media gambar berseri. Hasil dari penelitian ini bahwa proses pembelajaran menulis karanagn narasi berbantu media gambar berseri dilaksanakan dengan baik sesuai dengan modul ajar yang sudah dibuat oleh wali kelas. Dalam menggunakan media gambar berseri guru melibatkan siswa untuk mengurutkan gambar agar menjadi sebuah cerita yang jelas dan logis. Dari hasil karangan menulis diperoleh hasil 13 siswa dengan penilaian cukup, persentasenya sebesar 48%, 11 siswa dengan penilaian baik, persentasenya sebesar 41% dan 3 siswa dengan penilaian sangat baik persentasenya sebesar 11%. Jika dirata- rata dengan banyak siswa yang memiliki nilai cukup tanpa melihat nilai angkanya maka dihasilkanlah nilai 11 (cukup). Keterampilan menulis karangan narasi siswa berbantu media gambar berseri kelas IV adalah cukup. Keterampilan menulis karangan narasi siswa kelas IV dengan rata-rata nilai cukup memiliki permasalahan keterampilan menulis di antaranya tidak mengetahui apa yang harus dimulai, kurangnya keaktifan membaca dan referensi membaca, kurangnya pengetahuan dalam aturan penulisan yang benar, dan permasalahan penggunaan bahasa.
Peningkatan Literasi Digital Guru PAUD melalui Pelatihan Video Edukatif Berbasis Digital Learning Ratna Wahyu Pusari; Coryza Nursyahbani; M. Aniq Khairul Basyar; Arif Budiman
Abdimas Indonesian Journal Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.1639

Abstract

The rapid development of digital technology requires early childhood education teachers to possess adequate digital literacy competencies to support innovative and meaningful learning. However, the needs assessment conducted in Kedungjati Village, Grobogan Regency, revealed that most preschool teachers had limited skills in utilizing digital technology and producing educational video media independently. This community service program aimed to improve teachers’ digital literacy through training and mentoring in developing educational videos based on digital learning principles. The program employed a participatory approach combined with a learning-by-doing method, including needs assessment, training, mentoring, classroom implementation, and evaluation stages. Participants consisted of 50 preschool teachers affiliated with IGTKI and Himpaudi organizations. Evaluation was conducted using pre-tests, post-tests, observations, questionnaires, and documentation. The results indicated a significant improvement in teachers’ digital literacy competencies, with average scores increasing from 58 to 86, representing a 48.27% improvement. Participants successfully produced four locally contextualized educational videos that were ready for classroom use. The implementation of these videos in learning activities increased children's learning engagement by 21%. Furthermore, questionnaire results showed that 90% of participants perceived the training as highly beneficial, 88% reported increased confidence in using digital technology, and 85% expressed willingness to independently develop educational videos in the future. These findings demonstrate that the program effectively enhanced teachers’ digital competencies and contributed to improving the quality of technology-based early childhood education..