Adinda Khoerunnisa
Pascasarjana Pendidikan Dasar Universitas Terbuka

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERSPEKTIF MULTIKULTURAL DALAM KURIKULUM SEKOLAH DASAR DI JEPANG, SINGAPURA, KOREA SELATAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP INDONESIA Mia Kurniasih; Ahmad Rifqy Ash-Shiddiqy; Dinny Sela; Verla Mutia; Adinda Khoerunnisa; Wawan Lukmanul Hakim; Nandang Saepuloh
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 2 (2024): Volume 10 No. 02 Juni 2024
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i2.3103

Abstract

Pendidikan membentuk karakter dan intelektual anak, dan di era globalisasi, multikulturalisme menjadi penting dalam kurikulum pendidikan dasar. Multikulturalisme mengenalkan siswa pada keberagaman budaya dan menumbuhkan rasa saling menghormati. Artikel ini mengeksplorasi penerapan multikulturalisme dalam kurikulum sekolah dasar di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan, yang memiliki sistem pendidikan maju dan berhasil mengintegrasikan nilai-nilai multikultural. Jepang mulai mengadopsi pendidikan multikultural untuk menghadapi globalisasi, Singapura telah lama mengelola keberagaman dengan baik, dan Korea Selatan sedang berusaha mengintegrasikan nilai multikultural. Melalui studi ini, artikel menganalisis implementasi pendidikan multikultural di ketiga negara tersebut dan mengevaluasi dampaknya bagi pendidikan dasar di Indonesia. Dengan belajar dari pengalaman mereka, Indonesia dapat mengadaptasi praktik terbaik untuk memperkaya kurikulum pendidikannya. Metode penulisan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi perbandingan dan analisis dokumen, mengandalkan literatur relevan. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan multikultural di Jepang, Singapura, dan Korea Selatan bervariasi sesuai dengan konteks sosial, sejarah, dan kebijakan pendidikan masing-masing. Studi ini diharapkan memberikan wawasan bagi Indonesia untuk mengembangkan pendidikan dasar yang inklusif dan multikultural.