Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEPADATAN TUMBUHAN AIR DAN JENIS VEGETASI RIPARIAN DI DANAU TELOK KAMELOH BARU KOTA PALANGKA RAYA Tutwuri Handayani; Rizal; Ummi Suraya; Linda Wulandari
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 21 No. 1 (2026): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v21i1.24765

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan tumbuhan air dan jenis vegetasi riparian di Danau Telok Kameloh Baru Kecamatan Sebangau Kota Palangka Raya. Penentuan stasiun tempat pengambilan sampel tumbuhan air yaitu ada 4 stasiun dengan 3 kali ulangan sedangkan untuk vegetasi reparian ditentukan dengan melihat kondisi lokasi yang dapat dicapai dengan perahu. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengambilan dan pengukuran parameter kualitas air diambil pada 4 stasiun dengan 3 kali ulangan yang dilakukan sebelum pengambilan sampel tumbuhan air. Parameter fisika dan kimia yang diukur meliputi suhu, kecerahan, kedalaman, pH, DO, fosfat, dan nitrat. Hasil penelitian ditemukan sebanyak 6 spesies tumbuhan air yaitu Eceng gondok (Eichhornia crassipes), Kiambang (Salvinia molesta), Supan-supan (Neptunia Natans), Kumpai banta (Leersia hexandra), Kiapu (Pistia statiotes), dan Gerinsing (Cyperus cephalotes). Vegetasi riparian yang ditemukan dalam penelitian diperoleh 17 spesies vegetasi riparian yaitu Rasau (Pandanus helicopus), Rangas (Gluta renghas), Asem pantai (Elaeocarpus sp.), Lunuk (Ficus sp.), Karet (Hevea brasiliensis), Kenyem (Lepisanthes alata), Bamban, (Donax canniformies), Bangkal (Nauclea subdita), Duri japun (Desmanthus illinoensis), Rotan (Calamus sp.), Kaja (Dillenia sp.), Kait-kait (Eupatorium sp.), Mungur (Gluta sp.), Belanti (Mallotus sp.), Manggisan (Garcinia sp.), Kalepang (Litsea sp), Gelinggang (Elaeocarpus sp). Nilai kepadatan rata-rata tumbuhan air berkisar antara 199-398 ind/m2, menunjukan kepadatan tumbuhan air di Danau Telok cukup tinggi pertumbuhannya. Kondisi kualitas perairan parameter fisika dan kimia di Danau Telok tergolong cukup baik untuk mendukung pertumbuhan tumbuhan air, meskipun nilai kecerahan dan oksigen terlarut (DO) rendah. Kata Kunci: Danau Telok , Tumbuhan Air ABSTRACT This study aims to determine the density of aquatic plants and types of riparian vegetation in Lake Telok Kameloh Baru, Sebangau District, Palangka Raya City. Determination of stations where aquatic plant samples were taken, namely 4 stations with 3 replications, while for riparian vegetation, it was determined by looking at the location conditions that could be reached by boat. This study was conducted using a purposive sampling method. The collection and measurement of water quality parameters were taken at 4 stations with 3 replications carried out before taking aquatic plant samples. The physical and chemical parameters measured included temperature, brightness, depth, pH, DO, phosphate, and nitrate. The results of the study found 6 species of aquatic plants, namely Water hyacinth (Eichhornia crassipes), Giant salvinia (Salvinia molesta), Supan-supan (Neptunia Natans), Kumpai banta (Leersia hexandra), Water lettuce (Pistia statiotes), dan Gerinsing (Cyperus cephalotes). Riparian vegetation found in the study obtained 17 species of riparian vegetation, namely Rasau (Pandanus helicopus), Rangas (Gluta renghas), Asem pantai (Elaeocarpus sp.), Lunuk (Ficus sp.), Karet (Hevea brasiliensis), Kenyem (Lepisanthes alata), Bamban, (Donax canniformies), Bangkal (Nauclea subdita), Duri japun (Desmanthus illinoensis), Rotan (Calamus sp.), Kaja (Dillenia sp.), Kait-kait (Eupatorium sp.), Mungur (Gluta sp.), Belanti (Mallotus sp.), Manggisan (Garcinia sp.), Kalepang (Litsea sp), Gelinggang (Elaeocarpus sp).The average density value of aquatic plants ranges from 199-398 ind / m2, indicating that the density of aquatic plants in Telok Lake is quite high in growth. The condition of the water quality of physical and chemical parameters in Telok Lake is classified as good enough to support the growth of aquatic plants, although the brightness and dissolved oxygen (DO) low value.. Keywords: Telok Lake, Quatic Plants
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI DANAU LAIS KABUPATEN PULANG PISAU Tutwuri Handayani; Putri Suwali Pebri Harti Saragih; Kembarawati; Rosana Elvince
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 20 No. 2 (2025): Journal of Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian, Kehutanan dan Perikanan, Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v20i2.23162

Abstract

ABSTRAK Penelitian tentang Keanekaragaman Jenis Ikan yang Tertangkap di Danau Lais Kabupaten Pulang Pisau, dilaksanakan pada bulan Maret sampai bulan April 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan yang tertangkap, indeks keanekaragaman dan indeks dominasi ikan yang tertangkap di Danau Lais. Penentuan lokasi titik sampling pada penelitian ini menggunakan metode survei dan observasi langsung ke lapangan. Metode pengambilan sampel ikan dilakukan berdasrkan kegiatan nelayan dengan meletakan alat tangkap pada 3 titik stasiun yang berbeda dengan 8 kali sampling. Jenis ikan yang tertangkap Di Danau Lais diperoleh sebanyak 12.368 ekor dengan 38 jenis ikan. Nilai indeks keanekaragaman jenis ikan pada masin-masing stasiun yaitu pada stasiun 1 memiliki nilai rata-rata indeks keanekaragaman jenis ikan sebesar 0,698, pada stasiun 2 sebesar 0,871 dan pada stasiun 3 sebesar 0,796 yang termasuk kedalam kategori keanekaragaman rendah. Nilai rata-rata indeks dominasi masing-masing pada stasiun 1 sebesar 0,302, pada stasiun 2 sebesar 0,129 dan pada stasiun 3 sebesar 0,796. Kata kunci : Jenis ikan, Indeks keanekaragaman, Danau Lais ABSTRACT Research on the diversity of fish species caught in Lais Lake, Pulang Pisau Regency, was conducted from March to April 2024. The aim of this study was to identify of fish caught and to determine the diversity and dominance indices of fish species in Lais Lake. The sampling locations were determined using a survey method combined with direct field observations. Fish sampling was carried out following the fishing activities of local fishermen by placing fishing gear at three different station points, with a total of eight sampling occasions. A total of 12,368 individual fish representing 38 species were caught in Lais Lake. The average fish species diversity index (H') at each station was as follows: Station 1 = 0.698, Station 2 = 0.871, and Station 3 = 0.796, all of which fall into the low diversity category. The corresponding dominance index (C) values were 0.302 at Station 1, 0.129 at Station 2, and 0.796 at Station 3. Keywords: fish diversity, dominance index, freshwater ecosystem, Lais Lake, Pulang Pisau Regency
Revitalisasi Metode Ambul sebagai Teknologi Konservasi Sumberdaya Perairan Berbasis Masyarakat di Danau Lutan Ardianor Ardianor; Tutwuri Handayani
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11356

Abstract

Danau Lutan memiliki potensi perikanan yang cukup tinggi dengan kelimpahan dan keanekaragaman ikan yang relatif besar. Akan tetapi danau oxbow ini mengalami invasi gulma air mengapung berakibat pendangkalan arah serta banyak limbah kayu. Inovasi ambul adalah upaya untuk mengurangi pencemaran fisik tersebut dengan cara memberdayakannya menjadi media tanam palawija, yang bernilai ekonomi bagi masyrakat. Model ambul dibuat bersama masyarakat dalam rangka kegiatan inovasi bagi masyarakat (IbM), dengan memanfaatkan kumpulan tumbuhan air mengapung, mayoritas eceng gondok menjadi media tanam, dengan masa inkubasi sekitar 30 hari. Kegiatan partisipatif ini menghasilkan 2 buah demplot ambul ditanami tanaman sayuran palawija. Metode ini mampu mengurangi luas gulma air hingga tiga kali luas media tanam serta menjadi media pertanian organik terapung. Ambul juga terbukti relevan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan dan dapat menjadi solusi konservasi perairan daratan berbasis kearifan lokal.