Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Limbah Fly Ash dan Bata Merah terhadap Kuat Tekan Beton Ringan Struktural Gilang Ikhtiar Rahmad; Fadhil Armanda Putera; Etty Rabihati; Randy Setiawan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyak Fly Ash yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga uap masih terbuang begitu saja, sehingga potensi penggunaan Fly Ash sebagai pengganti semen perlu di dorong lebih lanjut untuk industri konstruksi. Selain itu, Penggunaan limbah bata merah juga dapat mengurangi kebutuhan akan agregat alam dan juga dampak terhadap lingkungan. Penelitian ini di maksud untuk mencari tahu sifat mekanik dan fisik beton yang akan diterapkan dalam plat lantai pada bangunan gedung dengan mensubstitusi antara limbah Fly Ash dan semen serta limbah bata merah dan batu pecah dengan persentase variasi (0%, 5%, 10% dan 15%). Dalam pembuatan beton ini menggunakan cetakan silinder berdiameter 15 cm serta tinggi 30 cm dan akan dilakukan uji tekan dengan melihat pengaruh dari 2 jenis air dalam perendaman yaitu air PDAM dan air gambut dengan mutu beton rencana 21 MPa. Pengujian kuat tekan beton dilakukan saat umur beton sudah mencapai 7 hari dan 28 hari. Dari hasil pengujian pada perendaman air PDAM 7 hari di dapat nilai maksimum kuat tekan 18,4 MPa pada variasi 0% dan nilai minimum 12,2 MPa pada variasi 15%. Untuk perendaman air gambut di dapat nilai maksimum 15,9 MPa pada variasi 0% dan nilai minimum 10,3 MPa pada variasi 15%. Kemudian untuk perendaman air PDAM 28 hari di dapat nilai maksimum kuat tekan 19,2 MPa pada variasi 0% dan nilai minimum 14 MPa pada variasi 15%. Untuk perendaman air gambut di dapat nilai maksimum 16,4 MPa pada variasi 0% dan nilai minimum 10,6 MPa pada variasi 15%.
From Waste to Sustainable Pavements: Performance Evaluation of Eggshell and Green Mussel Shell Ash as Partial Cement Substitutes in Paving Blocks Randy Setiawan; Deny Syarani; Ahmad Muhtadi; Janne Hillary
Indonesian Journal of Environment and Sustainability Issues Vol. 3 No. 1 (2026): June 2026 | Indonesian Journal of Environment and Sustainability Issues
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/ijesi.v3i1.338

Abstract

This study investigates the potential use of eggshell ash and green mussel shell ash as partial cement substitutes in the production of paving blocks intended for pedestrian pavement applications. The research aims to support sustainable construction practices by reducing cement consumption while maintaining adequate mechanical performance. An experimental method was adopted by incorporating the biowaste ashes into paving block mixtures at substitution levels of 2.5%, 5.0%, and 7.5% by weight of cement, with conventional paving blocks used as control specimens. Laboratory testing was conducted in accordance with Indonesian National Standards to evaluate aggregate physical properties, compressive strength at curing ages of 7 and 28 days, and water absorption behavior. The results show that paving blocks containing eggshell and green mussel shell ash achieved compressive strength values that met and, in some cases, exceeded the minimum requirement for pedestrian pavements. The optimum mixture was observed at a substitution level of approximately 5%, where the 28-day compressive strength surpassed the target design strength of 20 MPa, despite a minor reduction in early-age strength at 7 days. Water absorption values remained within acceptable limits, indicating that the inclusion of biowaste ash did not negatively affect durability-related performance. These findings highlight that calcium-rich biowaste materials can be effectively utilized as sustainable cement substitutes in non-structural paving applications. The study contributes to the advancement of circular economy strategies in the construction sector by promoting waste valorization, minimizing environmental impact, and offering an eco-friendly alternative for pedestrian infrastructure development.