Pada era disrupsi digital dan post truth, setiap individu perlu menguasai akan keterampilan literasi media. Literasi media ialah hal penting dan dibutuhkan agar dapat berpartisipasi di zaman sekarang ini, agar tidak salah dalam menggunakan media digital. Literasi media saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini ialah untuk menyadarkan masyarakat era digital akan pentingnya literasi media. Penelitian ini mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah. Pendekatan pada penulisan ilmiah ini yaitu pendekatan secara kualitatif deskriptif, termasuk jenis penelitian studi literatur untuk sumber data langsung. Metode studi pustaka di mana diarahkan pada pencarian data melalui dokumen-dokumen yang ada, baik dokumen tertulis, foto, gambar, maupun dokumen elektronik yang tentunya mendukung proses penulisan. Hasil studi menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang menggunakan media sosial dalam komunikasi. Banyak berita serta informasi yang menyebar dari media tersebut. Akan tetapi, banyak pula yang tidak memiliki kemampuan literasi media yang baik. Sehingga perlu sosialisasi kepada selurh masyarakat akan pentingnya literasi media. Fakta yang objektif pada post truth ini sering diabaikan bahkan tidak memiliki pengaruh pada terbentuknya pandangan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi karena perasaan emosional yang ada pada diri yang akhirnya mempengaruhi persepsi masyarakat dalam menerima fakta yang ada. Menghadapi era Post-Truth yang semakin berkembang khususnya disaat digitalisasi begitu pesat. Sangat penting masyarakat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan literasi digital. Adanya generasi muda sangat membantu dalam proses verifikasi objektifitas informasi. Berdasarkan har tersebut, dengan adanya literasi digital sangat diperlukan seseorang ketika menyaring, memverifikasi, dan mengggunakan informasi secara bijak dengan digitalisasi perangkat digital.