Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Sistem Aerator Menggunakan Kincir Berbasis Panel Surya Pada Empang Udang Fatwasauri, Icha; Fitriyanto, Indra; Maknunah, Jauharotul; Pahlevi, Rezky; Fazri, Dimas Maulana
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v5i2.4534

Abstract

Desa Pangkalan di Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah dengan potensi besar dalam budidaya udang. Namun, seperti banyak daerah lain, petambak udang di Desa Pangkalan menghadapi tantangan terkait keberlanjutan lingkungan dan efisiensi operasional. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan akan sistem aerasi yang berkelanjutan untuk memastikan kualitas air yang baik dalam empang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya udang di Desa Pangkalan, Indramayu, melalui implementasi sistem aerator berbasis panel surya. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dengan cara yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan. Banyak petambak di desa ini menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas air yang optimal dan mengurangi biaya operasional akibat penggunaan sistem aerasi konvensional. Metode pengabdian ini yaitu memperkenalkan teknologi kincir aerator yang digerakkan oleh energi surya, yang dirancang untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam empang. Pelatihan dan pendampingan diberikan kepada petambak mengenai instalasi, pemeliharaan, dan manfaat penggunaan panel surya. Hasil pengabdian menunjukkan kadar oksigen terlarut dalam air meningkat hingga 15% dibandingkan kondisi awal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi sistem aerator berbasis panel surya merupakan solusi yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas air pada empang udang, sekaligus mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Implementasi Sistem Aerator Menggunakan Kincir Berbasis Panel Surya Pada Empang Udang Fatwasauri, Icha; Fitriyanto, Indra; Maknunah, Jauharotul; Pahlevi, Rezky; Fazri, Dimas Maulana
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v5i2.4534

Abstract

Desa Pangkalan di Kabupaten Indramayu merupakan salah satu daerah dengan potensi besar dalam budidaya udang. Namun, seperti banyak daerah lain, petambak udang di Desa Pangkalan menghadapi tantangan terkait keberlanjutan lingkungan dan efisiensi operasional. Salah satu tantangan utama adalah kebutuhan akan sistem aerasi yang berkelanjutan untuk memastikan kualitas air yang baik dalam empang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas budidaya udang di Desa Pangkalan, Indramayu, melalui implementasi sistem aerator berbasis panel surya. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air dengan cara yang efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan. Banyak petambak di desa ini menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas air yang optimal dan mengurangi biaya operasional akibat penggunaan sistem aerasi konvensional. Metode pengabdian ini yaitu memperkenalkan teknologi kincir aerator yang digerakkan oleh energi surya, yang dirancang untuk meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam empang. Pelatihan dan pendampingan diberikan kepada petambak mengenai instalasi, pemeliharaan, dan manfaat penggunaan panel surya. Hasil pengabdian menunjukkan kadar oksigen terlarut dalam air meningkat hingga 15% dibandingkan kondisi awal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa implementasi sistem aerator berbasis panel surya merupakan solusi yang efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas air pada empang udang, sekaligus mendukung praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Root-Zone Cooling in an Arduino-Based NFT Hydroponic System for Enhancing Lowland Strawberry Cultivation Suhanto, Rhesti Nurlina; Fatwasauri, Icha; Fazri, Dimas Maulana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.2

Abstract

Strawberry cultivation in lowland tropical regions remains challenging due to high temperatures, which negatively affect root-zone processes, reduce nutrient uptake efficiency, and limit plant growth. This study addresses these limitations by developing a controlled Nutrient Film Technique (NFT) hydroponic system integrated with a water chiller and an Arduino-based monitoring unit to replicate the optimal root-zone temperature (17–20°C) typically found in highland environments. The system regulates three key parameters: nutrient solution temperature, nutrient concentration, and water flow rate, to support the growth of Mencir strawberry plants under lowland conditions. The experimental setup consisted of an NFT system equipped with temperature sensors, TDS sensor, and flow sensor, with real-time monitoring conducted via an Arduino Uno microcontroller. Experimental results show that the cooling system effectively reduced the nutrient solution temperature from 27–28°C to approximately 17°C within 19 minutes and maintained this range through automated thermostat control. Nutrient concentration remained within the recommended range (1260–1540 PPM) with average of 1419 PPM, while the flow rate was maintained at approximately 3.29 L/min. These controlled conditions enabled stable plant growth, with flowering initiated at Day 13 and fruit ripening achieved within 19–20 days after transplanting. This growth duration indicates accelerated reproductive development compared to typical strawberry cultivation under non-controlled lowland conditions. The findings demonstrate that stable root-zone conditions contribute to improved strawberry growth under lowland environments. This research provides a practical engineering approach for extending strawberry cultivation to non-traditional agroecological zones and highlights the potential improvements of integrated environmental control systems in hydroponic agriculture.