Usaha nanas madu di Kabupaten Pemalang merupakan salah satu sektor agribisnis hortikultura yang memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, pengembangannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan pemasaran, rendahnya diversifikasi produk, keterbatasan modal, serta meningkatnya persaingan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi faktor internal dan eksternal usaha nanas madu serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat berdasarkan pendekatan Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats (SWOT). Penelitian menggunakan metode studi literatur (literature review) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai artikel ilmiah yang diperoleh melalui database PubMed dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan meliputi honey pineapple, pineapple agribusiness, SWOT analysis, business development strategy, Ananas comosus, strategi pengembangan nanas, analisis SWOT, dan usaha nanas madu. Data dianalisis secara deskriptif melalui proses identifikasi, seleksi, sintesis, dan interpretasi hasil penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kekuatan utama usaha nanas madu terletak pada kualitas produk yang unggul, kondisi agroklimat yang mendukung, serta pengalaman petani dalam budidaya. Kelemahan utama meliputi rendahnya nilai tambah produk, terbatasnya akses permodalan, lemahnya pemasaran, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital. Peluang yang tersedia mencakup meningkatnya permintaan pasar, perkembangan teknologi informasi, dukungan pemerintah, serta potensi pengembangan agroindustri dan agrowisata. Sementara itu, ancaman berasal dari persaingan antardaerah, perubahan iklim, fluktuasi harga sarana produksi, dan perubahan preferensi konsumen. Berdasarkan analisis SWOT, strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan kualitas produk, diversifikasi produk olahan, digitalisasi pemasaran, penguatan kelembagaan petani, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan. Implementasi strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing, keberlanjutan usaha, serta kesejahteraan petani nanas madu di Kabupaten Pemalang.